Anak Aibon di Wamena Bakal Didata

Marthin Yogobi, SH. M.Hum (Denny/ Cepos)

WAMENA-Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mulai mengambil inisiatif untuk melakukan pendataan terhadap anak jalanan  atau dikenal “Anak Aibon” yang ada di Jayawijaya. Hal ini dikarenakan Wamena sebagai pusat di wilayah Pegunungan Tengah Papua dan terbukanya akses jalan membuat anak anak dari berbagai kabupaten pemekaran datang   berkumpul di Wamena.

  Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi Menyatakan jika Pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah menganggarkan untuk penanganan anak-anak jalanan yang berada di Wamena dimana yang pertama adalah melakukan pendataan, karena anak-anak jalanan ini banyak sekali.  “ Jayawijaya merupakan mata jalan dari semua kabupaten di pegunungan terutama yang akses jalan sudah tembus. Hal ini membawa dampak adik-adik ini tertumpuk di sini, akhirnya mereka jadi seperti anak jalanan. “ungkapnya Salasa (9/7 kemarin.

  Oleh karena itu, Pemda Jayawijaya sudah menganggarkan   dana di Dinas Sosial untuk   mencari tahu keluarganya, tempat tinggalnya, sehingga ada penanganan dari pemerintah baik di Jayawijaya maupun kabupaten pemekaran lainnya yang ada di pegunungan tengah Papua ini.

  “Kalau bicara anak jalanan ini konsep sosialnya beda. Konsep sesuai UU no 11 tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial itu beda. Yang namanya anak jalanan itu 1×24 jam itu   ada di jalan, jadi tidak ada yang terhimpun di organisasi atau di keluarga, tapi kalau dari pagi pergi dan masuk kembali ke rumah itu tidak termasuk dalam kategori anak-anak jalanan.”jelas Mantan Kepala Dinas Sosial Jayawijaya

  Wabub Marthin menilai  kalau di daerah gunung, sulit bagi  mereka itu dinilai sebagai  anak jalanan. Karena pasti ada punya keluarga, sekalipun anak-anak ini dari kabupaten pemekaran tetapi mereka pasti punya keluarga yang dia tinggali.

  “Setelah jam 6 sore pasti ada yang pulang, kita bisa lihat di Pasar Jibama, di jalan irian, setelah itu sudah sepi.”ujarnya.

  Untuk penanggulangannya, kata Marthin Yogobi, sebenarnya pemda Jayawijaya sudah melakukan pembicaraan dengan pejabat bupati, sekda, untuk bangun komitmen melakukan penanggulangan anak jalanan, sehingga harus didata asal usul mereka dari kabupaten mana,

  “Kalau umur masih dalam usia sekolah akan kami masukan sekolah, dan kita akan kembalikan ke keluarganya agar masa depan mereka lebih baik, kerjasama itu akan kita bangun dengan pemerintah kabupaten yang ada di wilayah lapago ini.”katanya

   Secara terpisah Sekda Lanny Jaya Christian Sohilait mengatakan, masalah anak jalanan ini sudah dirapatkan berulang-ulang, sehingga yang diinginkan teman-teman di Jayawijaya silahkan lakukan pendataan dahulu, untuk mengetahui warga dari Lanny Jaya, Mamteng, Yalimo, Tolikara, Yahukimo, Nduga itu berapa banyak di Wamena.

  “Kami dapat data dari beberapa gereja tetapi penyebarannya teman-teman Jayawijaya silahkan buat data, lalu setelah itu kita tahu penyebarannya ada di mana, apakah di kampung Walini, Welesi atau dari mana, siapa orang tuanya lalu undang kami dari kabupaten yang punya anak-anak ini baru kita diskusi bagaimana penyelesaiannya.”bebernya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *