Distrik Mapia Berlaku BBM Satu Harga

Kepala Biro Hukum Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Hufron Asrofi saat mengisi BBM jenis premium pada saat peresmian   peresmian SPBU Kompak 86.988.09 di Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Selasa (9/7) kemarin. (Yohana/ Cepos)

JAYAPURA-Penerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di Papua kini bertambah. Hal ini menyusul dengan peresmian  SPBU Kompak 86.988.09  di Kampung Bomomani, Distrik Mapia Kabupaten Dogiyai oleh  Kepala Biro Hukum Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Hufron Asrofi, Selasa (9/7).

  “Penyaluran BBM satu harga dari tahun 2017-2019 terdapat 170 lembaga penyalur BBM Satu Harga. Khusus di SPBU Kompak 86.988.09 di Distrik Mapia, ini kami harapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar, baik itu premium dan solar, akan tetapi tidak menutup kemungkinan kedepannya Pertamina akan menyediakan pertalite dan pertamax bagi masyarakat,” kata Hufron kepada Cenderawasih Pos, Selasa (9/7) kemarin.

  Lanjutnya, untuk BBM bersubsidi memiliki kuota pendistribusiannya tetapi untuk BBM yang tidal bersubsidi akan disuplai sesuai kebutuhan masyarakat. Diharapkan dengan adanya pemberlakuan satu harga ini akan timbul rasa keadilan dan semangat persatuan serta persaudaraan di antara masyarakat indonesia.

  Manager Retail PT. Pertamina MOR VIII Fanda Cristiyanto mengatakan kuota BBM yang disediakan di SPBU Kompak 86.988.09 di Distrik Mapia paling banyak adalah BBM untuk mesin diasel yaitu solar 60. 000 liter perbulannya, sedangkan premium 30.000 liter.

  “Untuk BBM satu harga di Papua, tahun ini kami ditargetkan 13 titik, dua sudah kita operasikan di tahun 2018 dan sisanya 11 sudah kita realisasikan 10 tinggal 1 saja yang masih kurang, yaitu di Provinsi Maluku tepatnya di Pulau Leti, harapan kami maksimal sampai dengan bulan Juli atau Agutus realisasi BBM satu harga sudah terealisasi, sehingga target BBM satu harga tidak kita selesaikan di akhit tahun melainkan secepatnya,” terangnya.

  Lanjut Fanda, hal ini pihaknya lakukan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat, dalam penyaluran program BBM satu harga ini juga sering kali tidak mendapat persetujuan dari pemda setempat karena masalah perizinan, akan tetapi untuk MOR VIII sendiri, menurutnya tidak mengalami hal-hal semacam itu.

  “Kami harapkan kedepannya dukungan dari pemerintah daerah seiring dan seiramah dengan program pembangunan dari pemerintah pusat. Guna meningkatkan pelayanan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” terangnya.

     Pemilik SPBU Kompak 86.988.09 di Distrik Mapia, Fransiskus Wake mengatakan, untuk pendistribusian BBM ke Mapia menggunakan truk BBM dari Nabire. Dalam sebulan pihaknya melayani pengisian BBM 60 liter solar dan 40 liter premium. “Kami jual dengan harga Rp 6.450

/liter untuk premium, sedangkan solar Rp 5.150 /liter dan Pertalite Rp 7.850. Harga ini sama dengan harga yang ada diseluruh Indonesia,” terangnya. (ana/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *