FTH Ke-11 Akan Lebih Meriah dan Spektakuler

Wakil Wali Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM., memukul tifa, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura Mathias B.Mano, Kepala BI Papua dan pejabat lainnya dalam melaunching Festival Teluk Humold ke-11 di Mall Jayapura, Hari Sabtu(6/7) malam. (Priyadi/Cepos)

Akan Dilaksanakan 5-7 Agustus

JAYAPURA-Wakil Wali Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru,MM.,melaunching Kegiatan Festival Teluk Humboldt (FTH) Ke-11 Tahun 2019 di Mall Jayapura, Hari Sabtu(6/7)malam, yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura Matias B.Mano, Kepala BI Papua dan OPD dilingkungan Pemkot Jayapura, bersama mitra.

FTH sendiri akan dilaksanakan mulai tanggal 5-7 Agustus 2019, bertempat di jalan ring road pantai Hamadi, seperti tahun 2018 lalu, hal ini dikarenakan  tribun masih dilakukan finishing.  “Saya minta FTH kali ini harus ada model penyempurnaan harus lebih tertib, tertata, teratur, ramai pengunjung, tidak ada kendala dan panitia tidak meninggalkan hutang usai acara, karena ini kunci sukses dalam menyengsarakan acara,”pesannya.

Diakuinya, untuk lebih meriah dan membawa dampak yang luar biasa terhadap Iven ini, diharapkan Dinas Pariwisata bisa melakukan kerjasama dengan OPD terkait, gunakan potensi yang ada seperti gandeng Disperindagkop, Dispendukcapil, Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian, Dinas Infokom, Dinas Kesehatan, Dispora dan lainnya, gunakan  lokasi FTH untuk memperlihatkan Potensi di Kota Jayapura. Karena di Jayapura harus ada icon.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura Mathias B.Mano, mengungkapkan, untuk tema FTH ke-11 tahun 2019 yakni “Mencintai Identitasku”,ini sebagai salah satu wujud komitmen Wali Kota Jayapura yang telah dituangkan dalam visinya misinya, dimana kearifan lokal harus tetap dijaga, dilestarikan dan dipertahankan. Dimana, dalam FTH inilah semua kearifan lokal yang dimiliki 14 kampung dari 10 kampung adat, akan disuguhkan ke pengunjung bahwa, kearifan lokal di Port Numbay ini masih terjaga dengan baik.

  “Dalam FTH kali ini, kami akan menampilkan tari tradisional di 10 kampung adat port Numbay, penampilan grup suling tambur, lagu-lagu malam perasingan, bazar kuliner tradisional masyarakat Port Numbay, bazar kerajinan tradisional masyarakat Port Numbay, persembahan socio drama Papua, hiburan artis lokal dan ibu kota, serta masih banyak persembahan menarik lainnya.(dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *