Merauke Terima Tambahan 15.000 PKH

Dra. Vonny Runtu, MM, MPd (Sulo/Cepos)

Dra. Vonny Runtu, MM, M.Pd (Sulo/Cepos)

MERAUKE- Kabupaten Merauke   di tahun  2020  mendatang mendapat  tambahan kuota 15.000  penerima manfaat  untuk  Program  Keluarga Harapan (PKH). Namun   kuota tambahan ini khusus  untuk      12 distrik yang sampai sekarang  belum menerima  PKH  tersebut.

   Kepala Bidang  Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Merauke  Dra. Vonny Runtu, MM, M.Pd, ditemui media ini mengungkapkan, untuk    tahun 2020  Kabupaten Merauke   menerima  tambahan kuota  untuk PKH sebanyak 15.000  penerima manfaat. ‘’Tapi, tambahan kuota  ini   hanya dikhususkan bagi  12 distrik yang  selama ini belum  terima PKH    ini,’’ kata Vonny Runtu  ditemui  Jumat (5/7).    Dari kuota  tambahan  tersebut, lanjut dia, pihaknya sudah  bagi   untuk setiap distrik  yang selama ini belum mendapatkan PKH  tersebut.

   Meski diberikan kuota tambahan  sebanyak 15.000  khusus  untuk 12 distrik  tersebut, namun menurut  Vonny Runtu  masih  harus dilakukan verifikasi masyarakat  yang akan mendapatkan   bantuan    perlindungan sosial masyarakat secara tunai tersebut.    Sebab, menurutnya, ada banyak persyaratan yang harus  dipenuhi untuk mendapat   bantuan PKH ini, salah satunya  adalah  calon penerima  manfaat  harus memiliki Nomor Induk Kependudukan  dan  kartu keluarga.

  “Karena  mereka yang masuk  daftar   sebagai penerima manfaat  ini   dimasukan dalam data base sehingga dia bisa diakses secara online,’’ terangnya.

  Karena itu, lanjut dia, dari kuota tambahan    15.000 ini  belum  tentu seluruhnya dapat  terpenuhi  dengan banyaknya persyaratan yang harus  dipenuhi  tersebut. Apalagi,  data setiap   calon  penerima manfaat  tersebut dimasukan secara satu persatu dengan  jumlah item  yang cukup   banyak.   ‘’Sedikit ruwet dan  kita akan terus coba  untuk memaksimalkan   waktu yang ada  untuk melakukan verifikasi   ke masyarakat,’’ jelasnya.

    Vonny Runtu  juga menjelaskan bahwa  program  ini  diturunkan langsung dari pusat,  sementara  pihaknya   hanya sebagai penyalur.  ‘’Kami juga sempat tanya kenapa hanya  masyarakat di 8 distrik yang  terima bantuan dan  mereka sampaikan bahwa ada  berbagai faktor  diantaranya masalah akses dan sebagainya, sehingga hanya 8 distrik yang   baru terima,’’ jelasnya.

     Dikatakan, bantuan PKH ini  diberikan untuk membantu masyarakat yang kurang  mampu  dalam bentuk  non tunai untuk kebutuhan ibu  hamil, anak usia dini, pelajar SD, SMP dan SMA, stabilitas berat dan lanjut usia.    Menurutnya,   untuk Papua  diberikan  tambahan sebesar Rp 1 juta bagi setiap  penerima manfaat dalam satu tahun. Sementara  bantuan PKH  yang diterima untuk   ibu hamil dan anak usia dini 0-5 tahun  mendapat masing-masing Rp 2,4 juta pertahun.   Untuk anak SD Rp 900 ribu, SMP Rp 1,5 juta dan SMA  Rp 2 juta pertahun. Sedangkan   penyandang disabilitas berat dan usia lanjut Rp 2,4 juta pertahun.  ‘’Misalnya untuk penyandang disibilitas berat dan usia lanjut  total diterima adalah Rp 2,4 juta ditambah  PKH  akses sebesar Rp 1 juta pertahun. Untuk  tambahan PKH akses Rp 1 juta ini  hanya berlaku bagi Papua,’’ tandasnya. (ulo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *