Dekatkan Layanan ARV, Petugas Puskesmas Dilatih

Kepala Seksi HIV Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr  Rindang Pribadi  Marhaba saat memberikan  materi kepada   petugas puskesmas di Merauke terkait rencana pelayanan ARV di   puskemas-puskesmas di Merauke  yang memiliki pasien  ODHA, Jumat (5/7). (Sulo/Merauke)

MERAUKE –   Dalam rangka mendekatkan  layanan pemberian ARV kepada Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) di Merauke   petugas puskesmas   dilatih cara pemberian ARV  kepada para ODHA tersebut.

   Kepala Seksi HIV Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr  Rindang Pribadi  Marhaba mengungkapkan, tujuan dari kegiatan  ini adalah untuk mendekatkan layanan pemberian   ARV kepada masyarakat terutama kepada ODHA.  Sebab, sejak HIV-AIDS ditemukan di Merauke tahun 1992,  pemberian ARV  tersebut berfokus di RSUD Merauke.

  “Ada beberapa keluhan dari pasien  yang jauh mengambil  obat ke rumah sakit, sehingga  ini awal yang baik untuk memberikan informasi kepada petugas  kesehatan untuk bisa bagaimana pemberian ARV dapat dilakukan di puskesmas  yang  ditunjuk yang memiliki pasien ODHA,’’    jelasnya saat ditemui di sela-sela   kegiatan yang berlangsung di  Merauke  itu

   Selain itu, lanjut   dia,  kegiatan ini dimaksudkan  bagaimana mengimplementasikan program yang sesuai degan strategi Papua. Dimana strategi Papua adalah bagaimana memperluas layanan   ARV sampai ke puskesmas-puskesmas dan bagaimana untuk meningkatakan layanan dari ARV  itu sendiri.

    Sampai  sekarang  tambah Rindang, jumlah   ODHA  di Merauke yang secara rutin minum ARV tersebut sebanyak 385 orang. ‘’Yang lain mengambil obat tapi  tidak rutin.  Tapi, itu sebenarnya sebuah tanda masih tingginya stigma dan diskriminasi. Karena otomatis kalau ODHA tidak datang ada hal   misalnya karena malu atau karena jarak dan tidak memiliki  uang tranportasi, sehingga menjadi perhatian dari pemerintah  daerah di sini,’’ jelasnya.    

Yang harus diubah, kata dr Rindang adalah pola pikir terhadap HIV-AIDS itu sendiri. Jika  dulunya bahwa HIV-AIDS adalah penyakit yang mematikan, namun sekarang    harus berubah   yakni penyakit kronik yang bisa dikelola dan HIV itu  dapat  diobati sampai  virus dalam tubuh tidak terdeteksi  dan meningkatkan kualitas dari ODHA.

  ‘’Yang  penting dia minum  obat secara  teratur. Hanya persoalan, ada yang takut  efek samping jika minum obat terlalu lama. Kita tahu semua obat miliki efek samping. Apa bedanya dengan diabetes dan darah tinggi.  Tapi , kalau obat itu diminum secara tepat     maka akan bermanfaat dan  tidak akan beracun,” tambahnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *