MRP: Polda Papua Harus Komitmen Terhadap OAP

T

Timotius Murib (Takim/Cepos)

“Kami berharap Mou Polda Papua dan MRP tahun 2013 Mengenai penerimaan bintara harus 70 persen anak-anak Papua harus komitmen dijalankan,”Timotius Murib

JAYAPURA – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timotius Murib menagku sedikit kesal dengan jumlah penerimaan siswa baru Bintara  Polisi Daerah Papua dibeberapa priode terakhir yang sangat minim Orang Asli Papua (OAP) lulus.

“Padahal pada tahun 2013 lalu MRP dengan Polda Papua sudah lakukan MOU yang isinya akan mengakomodir OAP 70 persen dan non OAP 30 persen dalam setiap penererimaan siswa baru dibidang Polisi yakni Bintara,” jelas Timotius ke Cenderawasih Pos saat ditemui diruangan kerjanya, Selasa (2/7).

Dimana atas persolan tersebut dirnya minta kepada jajaran Polda Papua untuk memegang teguh berkomitmen kepada afirmasi atau MoU yang suda dilakukan pada tahun 2013 lalu.

“kami sangat berharap atas isi afirmasi atau MOU tersebut diharapkan bisa menampung animo atau semangat anak-anak OAP untuk menjadi angota Kepolisian, namun dengan melihat lulusan akir-akhir ini tentu sedikit kesal,”ujarnya.

Lanjut Timotius, MRP berharap kepada Kapolda Papua yang baru untuk memperhatikan Afirmasi tersebut dan diharapkan harus mempunyai komitmen terhadap isi dari MOU tersebut yang sudah disepakati bersama oleh MRP dan juga Polda Papua.

“yang kami butuhkan saat ini adalah komitmen dari Polda Papua, supaya afirmasi tersebut bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita sudah sepakati bersama,”pungkasnya.

Atas hasli penerimaan yang minim OAP, Ketua MRP tersebut menilai bahwa mungkin hal tersebut terjadi kesalahan teknis dari peserta atau panitia seleksi sehingga yang lolos Polisi OAP sangat minim.

Hal kelulusan bintara bagi anak-anak OAP menurutnya harus ada komitmen Kapolda Papua yang baru sehingga Afirmasi tersebut betul-betul dijalankan dan dirasakan oleh OAP.

Menurutnya afirmasi yang telah disepakati  ini merupakan salah satu bagian dari perhatian Negara kepada putra-putri OAP yang berkaitanya juga dengan kekhususan yang diberikan Republik Indonesia kepada Papua.(kim/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *