Buka di Dekat Sekolah, THM Ditutup

Benediktus Tambonop, S.STP (Sulo/Cepos)

MERAUKE- Pemerintah Kabupaten Boven Digoel  mengambil langkah  tegas dengan menutup  tempat karaoke  yang ada di Asiki, Distrik Jair Kabupaten  Boven Digoel belum lama ini.

   Bupati Boven Digoel  Benediktus Tambonop, S.STP kepada media ini  baru-baru ini mengungkapkan bahwa penutupan tempat karaoke tersebut   karena dekat dengan sekolah. Sangat tidak etis   kalau  itu  tempat karaoke dekat dengan sekolah. Apalagi, tempat karaoke itu datang belakang dari sekolah,’’ kata bupati  Benediktus Tambonop. Apalagi, lanjut   bupati   Benediktus Tambonop,   tempat  hiburan malam tersebut  diindikasikan sebagai tempat   transaksi seks secara terselubung.

      ‘’Kami tidak sekedar menutup semata , tapi kita sudah   menunjuk  lokasi  yang  memang jauh dari  pemukiman  masyarakat. Yang jauh dari tempat  sekolah dan rumah ibadah. Tapi, pemilik    dari karaoke  tersebut tidak mau  pindah  dan mengindahkan  intruksi  kita sehingga jalan satu-satunya adalah menutup   usaha  itu,’’ tandas bupati  Benediktus.

   Menurut bupati,   tempat hiburan malam tersebut  sangat dengan SMP  yang notabene  anak-anak usia  sekolah  tersebut masih sangat labil.  Jangan sampai mental dari anak-anak  ini  tidak bagus. Karena disinyalir   anak-anak  itu melihat  tempat  hiburan tersebut sehingga mempengaruhi perkembangan mental dan psikologi mereka.

  ‘’Karena itu  kita mau agar  tempat hiburan malam ini dilokalir di tempatnya yang  jauh dari perumahan. Yang tidak mau pengindahkan  itu yang kita tutup,’’ tandas bupati.

   Dikatakan, dalam mengurus usaha seperti itu ada syarat-syarat yang  harus  dipenuhi  oleh  para pengusaha.  ‘’Selama memenuhi standar aturan  yang ditetapkan pemerintah daerah, saya pikir tidak   jadi masalah.    Jangan membangun usaha seperti itu dekat sekolah, rumah ibadah atau berdampingan  dengan masyarakat.   Apalagi  rumah  masyarakat sudah ada, tempat ibadah dan sekolah  sudah ada baru  datang membangun disitu  saya pikir  itu melanggar,’’ tandasnya.

   Ditambahkan, pihaknya pindahkan     namun ada beberapa diantaranya yang menolak dengan sejumlah alasan  sehingga mau tidak mau ditutup. ‘’Kalau tidak mau pindah ya tutup. Secara pribadi kita memaklumi bahwa itu usaha. Tapi pelaku usaha  juga  harus memahami perasaan masyarakat,’’ pungkasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *