Harus Bisa Pecahkan Masalah di Daerah

SEREMONI –  Staf ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan dan SDM, Ani Rumbiak saat membuka Diklat Pimpinan Tingkat IV angkatan IV di Lingkup Pemkab se Papua di Aula BPSDM Papua, Selasa (25/6).(Gamel Cepos)

JAYAPURA – Kepala Badan  Pengembangan SDM Papua, Dr Zakarias Giay mengungkapkan bahwa dari pelatihan Diklat Pimpinan yang selama ini dilakukan di BPSDM Papua seharusnya para peserta yang mendapat pembekalan sudah bisa memetakan persoalan yang terjadi di daerah sekaligus menyiapkan program yang bisa digunakan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dikatakan  setiap kabupaten pasti memiliki tantangan berbeda terlebih pada 19 kabupaten di daerah pegunungan yang kondisinya lebih sulit.

Nah dari pelatihan dalam Diklat Pimpinan setiap peserta dituntut bisa dapat merancang inovasi apa yang bisa diterapkan sesuai dengan tantangan di daerah masing-masing.  “Jangan orientasi pada output dimana kegiatan selesai, SPJ selesai dan dianggap semua selesai. Orientasi seperti ini harus ditinggalkan, harus berorientasi pada manfaat,” kata Zakarias disela-sela pembukaan Diklat Pimpinan Tingkat IV angkatan IV se kabupaten di Papua, Selasa (25/6).

Untuk memastikan ini, pihaknya akan melakukan evaluasi. Jadi setiap peserta yang sebulan mendapat pelatihan akan kembali ke daerah untuk menjabarkan apa yang sudah diterima. Setelah itu peserta ini akan kembali dan memaparkan.

Staf ahli Gubernur bidang kemasyarakatan dan SDM, Ani Rumbiak memaparkan bahwa  keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta pembinaan masyarakat sangat ditentukan oleh kinerja aparatur pemerintah.

“Yang dibutuhkan adalah yang memiliki pengetahuan, keahlian, keterampilan dan wawasan yang luas serta bertanggungjawab. Aparatur yang bekompetensi pasti bisa bersaing dalam pembangunan,” kata Ani membacakan sambutan gubernur.

Ia juga mengingatkan agar birokrasi  jangan lagi terlalu kaku dan lambat. Harus lebih efektiv meski diakui saat ini tingkat efektivitas dan efisiensi birokrasi masih rendah dalam melaksanakan tugas dan fungsi.

Ia juga meminta peserta menanamkan kemampuan membangun karakter, memiliki sikap atau perilaku yang berintegritas dan menjunjung tinggi etika publik. Peserta diklat Pimpinan IV angkatan ke IV ini berjumlah 40 orang yang terdiri dari 3 pegawai Pemprov, Tolikara 15 orang, Yalimo 8 orang dan pemerintah Bovendigul 7 orang, Mamberamo Raya 6 orang dan Keerom 1 orang. (ade/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *