Sembilan Lokasi Disiapkan Relokasi Korban Bencana

Komplek perumahan Nauli Doyo yang rusak pasca diterjang bencana alam Maret lalu, Selasa (25/6) (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Setelah melalui pembahasan dan rapat-rapat koordinasi yang cukup panjang, Pemerintah Kabupaten Jayapura memastikan untuk segera membangun Hunian Tetap, dan tidak membangun hunian sementara untuk korban Bencana Alam 6 Maret 2019. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanahan, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Jayapura Ari Deda, di Kantor Bupati Jayapura, Selasa (25/6).

“Saat ini sudah tersedia dan disepakati sembilan lokasi untuk relokasi korban bencana alam Kabupaten Jayapura, dan sudah dibuatkan site plan untuk 9 lokasi relokasi tersebut.” ungkap Ari Deda.

Dia menyebut, sembilan lokasi relokasi yang sudah dipersiapkan itu yakni Kemiri, Ayapo, Putali, Abar, Atamali, Kameyakha, Sosiri, Yakonde dan Hompolo Simporo. Khusus untuk kawasan Kemiri, masih dipertimbangkan untuk mencari lokasi alternatif lain. Karena masih adanya masalah sengketa tanah yang belum tuntas. Sementara ini Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura masih berkoordinasi dengan pihak Kejaksanaan Negeri untuk mendapatkan advis terkait rencana relokasi di Kemiri itu.

“Koordinasi tetap dilakukan rutin sampai saat ini supaya pembangunan rumah harus segera dilakukan,” tambahnya.

Terpisah, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE,M.Si mengatakan dilokasi yang rencananya akan dibangun kawasan pemukiman bagi warga eks kampung Kemiri itu tersedia lahan seluas 33 Ha. Namun tidak semua lahan itu dipakai untuk pembangunan. Dari hasil koordinasi dengan pihak pemilik ulayat setempat trlah disepakati tujuh hektar lahan tersebut akan dipakai untuk pembangunan rumah. Dia mengatakan, Yayasan Budha Tsu Chi sudah bersedia dan siap membangun 500 unit rumah bagi warga korban banjir di Kabupaten Jayapura.

“Tapi karena terkendala lahan makanya belum bisa memulai pekerjaan itu. Saya berharap, dewan adat suku Sentani bekerjasama dan mendukung pemerintah menyelesaikan persoalan ini, sehingga para korban banjir tidak berlama lama di penampungan,” harapnya. (roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *