SD YPPK Selow Kekurangan  Meja Belajar

MERAUKE-Meski otonomi khusus Papua telah berjalan lebih 10 tahun yang memberikan ruang lebih besar pada bidang pendidikan yakni 10 persen,  namun faktanya bidang pendidikan masih memprihatinkan khususnya di kampung-kampung lokal.        

  Seperti yang disampaikan Kepala SD YPPK Selow,  di Kampung Selow,  Distrik Muting-Merauke Rura,  S. Sos,  mengaku jika sekolah yang dipimpinnya itu cukup memprihatinkan.   “Ya,  cukup memprihatinkan, ” kata Rura kepada media ini,  di Merauke,  Minggu (23/6).

     Kata Rura, selain hanya memiliki 4 guru termasuk dirinya yang  terdiri dari 2 PNS dan 2 honorer,  juga ruangan kelas yang kurang. ‘Di sana hanya memiliki 3 ruangan kelas, ” terangnya.   
  Lebih memprihatinkan lagi,  bahwa dari 3 ruangan ini hanya berisikan 24 meja dan bangku.  Padahal jumlah siswa di sekolah ini lebih dari 100 orang.

  Dengan keprihatinan itu,  lanjut Rura,  dirinya datang ke Merauke untuk menemui pimpinannya di Dinas Pendidikan   untuk usulan penambahan ruangan dan meja belajar. “Kami ajukan kepada dinas pendidikan untuk meja belajar agar anak-anak bisa belajar dengan baik termasuk ruangan kelas, ” terangnya.

  Selama ini,  tambah dia,  sistem yang digunakan dengan jumlah ruangan yang terbatas sementara enam rombongan belajar kelas satu sampai kelas enam adalah dengan sistem pergantian.   “Kelas satu masuk duluan setelah itu baru kelas dua dan seterusnya, ” tambahnya.  (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *