Sagu Ondoafi Terbaik di Dunia Namun Kalah Eksis dengan Daerah Lain

SAGU LENGKET – Suasana FGD terkait sagu yang dilakukan jelang hari sagu di Kampus STBS Ale Ale, Kamis (20/6). (Gamel-cepos)

JAYAPURA – Papua yang kaya akan potensi salah satunya adalah sagu. Dari hasil penelitian terungkap jika kualitas sagu terbaik ada di Papua. Bahkan secara kearifan lokal ada kelas yang dispecialkan seperti sagu kualitas Ondoafi.

Hanya saja meski memiliki banyak potensi namun kalah eksis dibanding Provinsi Riau yang sudah mengekspor dengan 380 produk olahan. Riau lebih dulu bersuara di tingkat internasional. Ini seperti kondisi buah Matoa yang diklaim Distrik Sukerojo Kabupaten Pasuruan.

“Kami berangkat dari keprihatinan dan mencoba menyadarkan pentingnya sagu sebagai bahan makanan tetapi juga fungsi lain bagi masyarakat adat,” kata Marcel Suebu Ketua CPA Hirosi dalam Fokus Grup Discution (FGD) dalam rangka memperingati hari sagu di Kampus STBS Swadiri, Padang Bulan Waena, Kamis (20/6).

Dikatakan Papua kaya dengan potensi sagu namun perlu konsep dan semangat yang sama untuk mempopulerkan sagu yang tidak hanya dikenal oleh masyarakat adat di Papua tetapi juga secara nasional bahkan internasional.

Akademisi Dr Josh Mansoben menjelaskan bahwa ada masyarakat adat yang hidup dari sagu. Contohnya di Asmat yang setiap hari sagu menjadi makanan pokok. Hanya saja potensi sagu ini harus dijaga agar tak terdegradasi akibat kepentingan pembangunan.

Sagu perlu lebih dipopulerkan namun juga memberi manfaat ekonomis bagi masyarakat. Peneliti sagu Jhon Mampioper mengilas bahwa kualitas sagu terbaik ada di Papua dan untuk Kabupaten Jayapura ada di Distrik Yoboi. “Kawasannya cukup luas dan ada banyak varietas disini. Ini potensi yang harusnya bisa digarap,” tambahnya.

Disini disinggung juga soal Perda No 3 tahun 2000 tentang kawasan hutan sagu yang pengawasannya masih lemah. Hari sagu pada 21 Juni ini akan diperingati dengan kegiatan penanaman sagu di Kehiran Kabupaten Jayapura. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *