Perangi Buta Huruf, Uncen Gandeng Kementerian Pendidikan

Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia gelar penanadatanganan MoU bersama Universitas Cenderawasih (Uncen) program Pendidikan Keaksaraan Direktoral Bintara dan Penyerahan Secara Simbolis Bantuan dorektoral Paud  di Aulah BP PAUD Buper Waena, Selasa (18/6). (Noel/Cepos)

-600 Ribu Masyarakat Papua Buta Huruf-

JAYAPURA –  Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas kementrian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia gelar penanadatanganan nota kesepahan bersama Universitas Cenderawasih (Uncen) program Pendidikan Keaksaraan Direktoral Bintara dan Penyerahan Secara Simbolis Bantuan dorektoral Paud  di Aula BP PAUD Buper Waena, Selasa (18/6).

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Ir. Harris Iskandar Ph.D mengatakan bahwa kerjasama ini dilakukan untuk mengatasi buta huruf di Papua.

“Hari ini kita MoU dengan Universitas Cendrawasih dalam rangka pemberantasan buta huruf di Papua,” katanya.

Ia mengatakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memberantas buta huruf adalah menurunkan mahasiswa melalui KKN tematik ke ke pelosok-pelosok Papua.

“Mereka akan memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang baca dan tulis, diharapkan dengan strategi ini maka angka buta huruf di Papua bisa menurun,” katanya.

Ia mengatakan untuk rasio buta huruf secara nasional umur 15 sampai 59 Tahun 2,07 persen dan di papua paling tinggi angkanya yakni 28 persen. Sehingga  600 ribuan warga Papua masih buta aksara.

Ia mengaku melihat medan yang ada di Provinsi Papua memang sangat berat untuk memberantas buta huruf, tetapi diharapkan untuk bekerjasama dengan pemerintah daerah dapat memberantas buta huruf.

“Yang 2% ini banyak tersebar di beberapa daerah ah dengan Medan yang cukup susah dan kelompok Pemuda juga sudah semakin tua tapi harus dilakukan,” katanya.(oel/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *