SMP Isakusa Sekolah Berbasis Asrama

Kepala Distrik Hubikiak Natalis Kosi saat meresmikan SMP Isakusa Distrik Hubikiak ditandai dengan penguntingan pita, Sabtu (15/6). (Denny/Cepos)

WAMENA- SMP berbasis asrama bantuan Kementerian Pendidikan,  yakni SMP Negeri Isakusa di Distrik Hubikiak telah diresmikan  oleh  Kepala Distrik Hubikiak Natalis Kosi, Sabtu (15/6). Kini sekolah ini siap beroperasi   merekrut peserta didik mulai tahun ajaran 2019 ini.

   Kepala SMPN Isakusa Ruben Elopere, mengaku tertarik utnuk membuat sekolah asrama  sehingga mengajukan permohonan kepada pemerintah. “Kita lihat  karena jarak yang jauh banyak anak –anak tak bisa bersekolah, sekolah ini diusulkan sejak 2016 kepada Dinas P dan P dan langsung merujuk ke Kementerian Pendidikan dan direspon dengan membangun sekolah ini,”ungkapnya saat peresmian SMP Negeri Isakusa Wamena Sabtu (15/6) kemarin.

   Menurutnya, pembangunan sekolah ini dialokasikan Rp 3 miliar lebih, dalam dua tahap langsung ke komite sekolah. “Sebelum bangunan ini berdiri,  anak -anak sekolah menggunakan SD negeri di gunung susu selama satu tahun, untuk melakukan aktivitas belajar mengajar, Saat ini sudah ada penerimaan siswa baru , setelah dilakukan peresmian akan mulai digunakan untuk belajar mengajar,”katanya

  Secara terpisah Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Jayawijaya Johanis Lobya mengaku sekolah ini memang berpola asrama, namun masih dibahas lagi  operasionalnya, terutama menyangkut pembina asrama dan sumber dana kebutuhan asrama. “Tetapi langkah awalnya bagaimana kita melakukan proses belajar mengajar atau gedungnya yang dipakai dulu,”jelas Lobya kemarin.

  Kepala Distrik Hubikosi Natalis Kosi mengaku sangat  berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan yang telah mempermudah jangkauan dari anak –anak di kampung Isakusa untuk bersekolah lebih dekat. “Kementerian pendidikan   melihat permasalahan ini dan segera mengambil tindakan nyata dengan membangun sekolah ini,”tegasnya

   Sementara itu Anggota Pokja Agama MRP Helena Hubi juga mengapresiasi  pihak pemerintah yang telah membangun sekolah ini.  “Saya ada disini (MRP) karena ada pendidikan, orang tua kami tidak membiarkan kami untuk tidak sekolah dengan adat yang begitu keras perempuan tidak boleh sekolah tinggi, namun saya  tetap bersekolah karena pendidikan itu sangat penting untuk masa depan,”bebernya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *