Masyarakat Diminta Jangan Terprovokasi

Terkait Meninggalnya Tahanan di Sel, Petugas Piket dan Opsnal Diperiksa

BIAK-Tahanan berinisial  RY ditemukan tewas dengan posisi tergantung di dalam sel tahanan Polres Biak Numfor, Sabtu (15/6). Korban ditemukan pertama kali oleh piket Sipropam sekitar pukul 06.00 WIT dan saat ditemukan korban sudah berada dalam keadaan posisi tergantung dengan tali ikat pinggang.

  Kejadian tewasnya tahanan itu membuat banyak spekulasi dan dugaan-dugaan lain tentang penyebab kematian korban. Pihak Polres Biak Numfor sendiri menyatakan, bahwa korban ditemukan meninggal dalam posisi tergantung. Terkait dengan itu, maka penyelidikan terhadap tewasnya korban juga akan dilakukan termasuk akan memeriksa petugas yang piket malam dan tim Opsnal.

  Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta, SIK, MSi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan berita-berita yang tidak benar. Kapolres juga meminta maaf atas kejadian itu dan akan melakukan penyelidikan terhadap kejadian meningalnya tahanan ini.

    “Sebagai petugas pelayanan masyarakat, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Niat kami adalah penegakan hukum, untuk pengembangan kasus ini sebetulnya masih banyak yang akan diungkap, namun kenyataan berubah lain,” kata Kapolres dalam keterangannya sebagaimana disampaikan Humas Polres Biak Numfor kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

  Terkait dengan itu, Kapolres berharap agar semua pihak saling menahan diri dan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Polres Biak Numfor untuk melakukan proses hukum sesuai dengan aturan yang ada dan kami akan memberikan informasi terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

   “Saya telah perintahkan kepada Propam untuk melakukan pemeriksaan terhadap Unit Opsnal Sat Reskrim dan petugas jaga yang melaksanakan piket malam itu,” pungkasnya.

   Sementara itu Kasat Reskrim AKP Jefry P. Tambunan, SIK., SH menjelaskan, bahwa tahanan atas YR ditemukan gantung diri di dalam Sel tahanan Polres Biak Numfor. Menurutnya, Korban ditemukan pertama kali oleh Piket Sipropam sekitar pukul 06.00 WIT dan saat ditemukan, korban sudah berada dalam keadaan tergantung.

   “Petugas piket dibantu tim inafis Polres Biak langsung melakukan olah TKP yang disaksikan oleh pihak keluarga bersama kepala Kampung Yafdas yang sama-sama menyaksikan posisi korban masih tergantung dan langsung mengevakuasi korban ke RSUD Biak,”  kata Kasat Reskrim.

   Pada saat kejadian, lanjutnya, korban berada di ruang tahanan seorang diri dan terpisah dengan tahanan lainnya. Karena yang bersangkutan masih dalam tahap pemeriksaan. Sehingga apabila dijadikan satu dengan tahanan lainnya dikhawatirkan tahanan lain dapat mempengaruhinya, mengingat tahanan yang lain rata-rata sudah hampir selesai pemeriksaan.

  “Tahanan Polres Biak yang ditemukan meninggal ini merupakan tahanan dalam kasus pencurian hewan ternak yang diamankan Sat Reskrim Polres Biak di wilayah pelabuhan Biak pada Jumat (14/06).  Pelaku (korban RY) sempat melarikan diri atau bersembunyi selama tiga minggu di Pulau Mapia dan yang bersangkutan merupakan tahanan residivis,” lanjut Kasat Reskrim menjelaskan.

  “Dari olah TKP tim inafis dan diperkuat keterangan tim kesehatan RSUD Biak, korban meninggal karena gantung diri dan tidak ada tanda-tanda kekerasan dari tubuh korban,” sambungnya.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *