Talengga Gire Tidak Masuk Daftar DPO

Sementara, Kapolres Puncak Jaya Ary Purwanto mengatakan berdasarkan dari fisik senjata dan dilakukan pengecekan terhadap nomor senjata 323R apabila betul senjata  tersebut patut diduga adalah senjata milik Polres Tolikara yang  informasinya hilang pada tahun  2014.

Dikatakan, hasil koordinasi dengan Polres Tolikara senjata tersebut milik Polres Tolikara yang hilang pada tahun 2014. Untuk memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Papua dan Polres Tolikara.

“Apabila senjata tersebut milik Polres Tolikara, ini merupakan sebuah langkah baik dan saya selaku Kapolres Puncak Jaya mengimbau para simpatisan dan para anggota KKB atau TPNOPM yang ada di Puncak Jaya untuk kembali bergabung ke NKRI membangun Puncak Jaya yang lebih baik kedepan,” tuturnya.

Terkait dengan permintaan Bupati Puncak Jaya tentang pemutihan, pihaknya akan lakukan pengecekan. Namun selama ini yang bersangkutan tidak terdaftar dalam DPO dan tentunya apabila ada pelaku pelaku lain maka akan diproses untuk memberikan keadilan terhadap pihak korban.

Dandim Letkol Inf Agus Sunaryo mengatakan bahwa ini adalah salah satu wujud keberhasilan pembinaan dan pendekatan teritorial yang dilakukan oleh TNI kepada rakyat.

Keberhasilan ini telah melalui proses yang panjang dan akan memotivasi seluruh anggota agar lebih giat lagi melaksanakan pendekatan dan pembinaan kepada rakyat, namun tetap tingkatkan kewaspadaan.

“Kami berharap seluruh saudara-saudara kita yang masih berseberangan dengan NKRI segera kembali dan bergabung dengan NKRI untuk sama-sama membangun daerah dan negara. Terutama agar anak-anak kita generasi Papua dapat disiapkan untuk merahi masa depan yang lebih baik di masa mendatang,” pungkasnya.

Pantauan Cenderawasih Pos, saat penyerahan tersebut Talengga Gire mencium bendera merah putih serta memberikan hormat dan disaksikan Bupati Yuni Wonda  serta seluruh peserta upacara yang hadir saat itu. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *