Penembakan Aparat Menimbulkan Kebencian

Albertho Gonzales Wanimbo. (Noel/Cepos)

“Aparat kalian harus memahamai kondisi, stop menembak masyarakat kami, terlebih anak – anak generasi muda Papua” tegas AGW

JATAPURA – Ketua DPD KNPI Provinsi Papua Alberto Gonzalves Wanimbo mengungkapkan bahwa kekerasan militer yang terjadi bagi masyarakat Papua khususnya generasi muda di beberapa wilayah akhir-akhir ini dikawatirkan bisa menimbulkan kebencian yang mendalam terhadapat aparat.

Ia mengungkapkan selama ini beberapa kasus pelanggaran HAM terlalu banyak mengakibatkan banyak generasi muda yang meninggal akibat penembakan yang dilakukan TNI/Polri yang menggunakan alat Negara.

“Sebagai ketua KNPI kami menilai bahwa kekerasan yang terjadi selama ini di Papua seperti penembakan 4 Siswa pada 8 Desember 2014, penembakan oleh aparat baru baru ini terhadap anak muda di Deyai dan juga Asmat dan terakhir di Merauke ini jelas membuktikan bahwa aparat TNI-Polri tidak memiliki rasa kemanusiaan bagi masyarakat Papua dan tindakan penembakan jelas memberikan akar kepahitan dan dendam bagi masyarakat Papua khususnya anak muda Papua kepada aparat,” katanya.

Dia berpendapat seharusnya aparat keamanan harus menggunakan pola pendekatan yang berbeda dengan daerah lain di Indonesia karena Papua memiliki karakteristik yang berbeda dengan tingkat pemahaman masyarakat dan masalah yang berbeda pula.

“Saya kira Kapolda Papua perlu memberikan pelatihan kepada seluruh anak buahnya yang ada di Polres maupun Polsek agar menyelesaikan masalah bersama masyarakat Papua tidak bisa langsung melakukan penembakan, tetapi ada teknik khusus yang dilatih akan mereka lakukan pendekatan tanpa harus menimbulkan korban ini di latih lebih lagi dan masyarakat bisa diamankan dengan baik ketika dalam keadaan mabuk maupun keadaan sadar,” katanya.

Ia mendesak agar pola pendekatan ini harus dirubah karena kekerasan hari ini jelas menimbulkan akar kepahitan kepada aparat keamanan dan bisa saja menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

“Kami minta aparat kepolisian yang baru bertugas di Papua dan belum memahami karakteristik orang Papua yang keras dan kasar tetapi hatinya baik harus memahami lebih dulu jangan karena emosi dan mentang-mentang memegang senjata langsung melakukan penembakan kepada masyarakat ini sangat disayangkan,” katanya.

Sebagai pimpinan yang membawahi  pemuda di Papua KNPI sangat berharap agar aparat dapat melihat masyarakat Papua sebagai ciptahan Tuhan yang juga memiliki hak untuk hidup  maka jangan mengunakan alat Negara menyelesaikan Konflik bahkan membunuh masyarakat.

“Orang Papua hitam kulit rambut keriting juga merupakan karya ciptaan tangan Tuhan yang berhak hidup di negerinya Papua maka aparat kalian harus memahamai kondisi, stop menembak masyarakat kami terlebih anak – anak generasi muda Papua,” paparnya, (oel/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *