Kembali ke NKRI, Ini Permintaan Mantan KKB Telangga Gire

Elfira/Cepos

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda didampingi Telangga Gire dan Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo saat memberikan himbauan kepada masyarakat terkait kembalinya Telangga Gire bersama tiga rekannya ke NKRI, di lapangan alun-alun Puncak Jaya, Selasa (11/6)

JAYAPURA-  Beberapa pernyataan yang disampaikan Telangga Gire yang merupakan ajudan Goliat Tabuni anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dengan wilayah pergerakan  Kabupaten Puncak Jaya dalam upacara kembalinya kelompok ini ke masyarakat serta mengembalikan senjata satu pucuk senjata api jenis Mosser dan sejumlah munisi cal. 7,62 yang diserahkannya secara langsung kepada Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda di lapangan alun-alun Puncak Jaya, Selasa (11/6)

Dalam surat pernyataan yang dibacakan penerjemah, Telangga Gire menyampaikan berhenti dan keluar dari gerakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Puncak Jaya tanpa paksaan atau tekanan  dari pihak manapun, melainkan atas kesadaran sendiri, hati nurani dan panggilan iman saya selaku umat beragama.

Mengakui dan bergabung dengan pemerintah Republik Indonesia sebagai pemerintah yang sah, sebagai bentuk dan bukti kesungguhan saya maka saya menyerahkan sepucuk senjata api kepada Bupati Puncak Jaya untuk selanjutnya  diserahkan kepada pihak yang berwenang.

“Mulai saat ini, saya tidak akan kembali  bergabung dengan KKB. Karena saya dan keluarga ingin hidup tenang dan tentram dalam NKRI,” pernyataan Telangga Gire yang dibacakan pendampingnya saat itu.

Sebagai mantan anggota KKB, mengajak seluruh anggota KKB untuk bergabung dengan pemerintah menyerahkan semua jenis senjata api kepada pihak yang berwenang dan bersama sama membangun bangsa dan NKRI. Setia dan taat kepada pancasila UUD 1945 pemerintah dan NKRI.

“Sebagai warga Negara Indonesia, saya bersama  dengan pihak TNI-Polri dan seluruh elemen bangsa akan berjuan menjaga  keamanan dan keutuhan NKRI,” ucapnya.

Dengan pernyataan tersebut  meminta kepada pemerintah dan Pemda Puncak Jaya akan hak-hak sebagai warga negara tidak ditahan dan tidak dihukum serta diberikan ruang bersama keluarga untuk menjalani kehidupan yang layak seperti warga Indonesia lainnya.

Diberikan kesempatan untuk berperan dalam membangun bangsa  dan negara khususnya di wilayah Kabupaten Puncak Jaya, pembangunan harus berlaku adil dan merata di seluruh wilayah nusantara untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Sementara itu, Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda siap memenuhi apa yang menjadi permintaan Telengga Gire tersebut.(fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *