Bupati Yuni Wonda Minta Talengga Gire “Diputihkan”

CIUM BENDERA: Talengga Gire saat mencium bendera Merah Putih. (Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Bupati Yuni Wonda  meminta Kapolda Papua melalui Kapolres Puncak Jaya, AKBP. Ary Purwanto bilamana yang bersangkutan dianggap sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam catatan kepolisian maka diputihkan kembali.

“Saya minta mereka ini dijadikan sebagai  warga negara biasa, tidak diproses hukum apapun secara resmi,” tegasnya.

Dirinya berharap kedepan mereka yang masih berada di tengah hutan memiliki kesadaran untuk kembali bergabung ke pangkuan NKRI untuk bersama-sama membangun Puncak Jaya demi anak cucu dikemudian hari.

Hingga saat ini lanjut Yuni Wonda sudah ada ratusan anggota OPM yang kembali ke pangkuan NKRI. Mereka yang lebih dulu bergabung sejak tahun 2013 silam telah dipekerjakan pemerintah setempat sebagai anggota Satpol PP. Ada juga yang masih honor dan ada yang sudah menjadi PNS. Bahkan direkrut menjadi tenaga perawat di Puncak Jaya.

“Kami berdayakan mereka sebaik mungkin, dengan begitu mereka dapat menghidupi keluarga mereka,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Talengga Gire dalam bahasa daerah yang diartikan Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda mengaku bergabung dengan KKB sejak tahun 2013.

Saat bergabung menjadi anggota KKB, apapun perintah Goliath Tabuni di lapangan ia laksanakan. Hingga berjalannya waktu dirinya menjadi ajudan Goliath.

Adapun yang menjadi alasan mendasar Talengga kembali ke NKRI, karena melihat adanya hasil yang nyata  yang dilakukan oleh pemerintah saat ini. Selain itu, ia juga ingin menghidupi anak isterinya.

“Saya ingin terlibat dalam pembangunan di Puncak Jaya dan pemerintah bisa memperhatikan saya,” ucapnya.

Terkait dengan senjata yang dikembalikannya, diakuinya  merupakan senjata miliknya yang dirampas di Polres Tolikara. Namun senjata tersebut tidak pernah ia gunakan untuk membunuh hingga akhirnya ia menyerahkan diri. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *