Cinta Tanah Air Bagian Dari Iman

Tampak ribuaan jemaah umat muslim saat mengikuti perayaan indah Sholat Idul Fitri 1440 H yang dihadiri 3000 Jemaah dari 13 Masjid dan Musolah di Distrik Heram, yang berlangsung  di Lapangan Den Zipur 10 Waena, Rabu, (5/6). Noel/cepos

JAYAPURA – Salat Idul Fitri 1440 H yang di Lapangan Den Zipur 10 Waena, dihadiri sekitar 3000 jamaah. Khotib Sholat Idul Fitri 1440 H  Drs. Hb. Idrus Al Hamid. Dalam khotbahnya, mengatakan bahwa mencintai negeri sebagai tempat kita tingal, merupakan bagian dari sikap keimanan umat muslim kepada Allah.
“Ini sesuai perkataan ulama, ‘hubbul wathon minal iman’ yang artinya cinta tanah air bagian dari iman,” ungkap Idrus Al Hamid dalam khotbahnya, Rabu (5/6) pagi.
Jamaah harus memiliki rasa tentang cinta tanah air dimana sebagai warga negara yang baik harus memiliki wawasan kebangsaan dan wujud rasa cinta tanah air itu dapat dilakukan dengan menjaga  persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kerukunan indah dan kerukunan adalah bagian dari jati diri kami masyarakat yang belahan Timur Nusantara, begitu jangan pernah mengajarkan kami tentang kerukunan karena kerukunan kami itu berbasis budaya,” katanya.

Untuk itu bagi siapapun yang datang ingin merusak masyarakat Dengan pemahaman yang ingin merusak persatuan dan kesatuan pihaknya menegaskan bahwa kamu sudah terbiasa hidup rukun dan tetap menjaga persatuan.
“Cinta tanah air itu tanah yang kau injak di situlah tempat yang kau meminum airnya, maka jagalah dia dan peliharalah dia dengan baik karena itu bagian dari mama kita,” katanya.
Rektor IAIN Fathul Muluk Jayapura ini juga mengajak agar jemaah mengembangkan pola pemerataan pendidikan baik yang bersifat umum maupun keagamaan, sehingga bangsa Indonesia dapat keluar dari krisis multi dimensi yang sedang di hadapi sekarang ini.
“Kita diharuskan lebih berhati-hati dalam mengambil model kehidupan. Hal ini dikarenakan kebanyakan diantara kita yang mungkin masih terpesona dengan hal-hal yang bersifat keduniaan, sehingga mengambil model kehidupan yang bukan Islami, terpenting adalah pendidikan terhadap anak-anak umat muslim,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pentinganya pendidikan berkelanjutan dalan menuntut ilmu, karena proses pendidikan yang kita peroleh di bulan Ramadhan belum menjadi jaminan terbentuknya sosok manusia paripurna (Insanul Kamil).
“Nabi Muhammad telah menegaskan kepada kita bahwa menuntut Ilmu adalah sebuah kefardhuan bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan,” tegas Idrus Al Hamid.
Selain itu ia juga menambahkan bahwa seorang anak jika ingin menjadi baik harus di mulai dari Keluarga maka jemaah  garu lebih berhati-hati dalam mendidik anak-anak, karena di pundak mereka teletak kehormatan keluarga dan tanggung jawab untuk mendoakan orang tua, Pendidikan yang utama dan pertama berdasarkan Al Qur’an Surah
“Rasul SAW bersabda, ‘Setiap anak dilahirkan dalam keadaan Fitrah maka keluarganyalah yang membentuk karakter Kekafiran, ” kata Khotib.

Dikatakan, Ramadhan telah berpisah dengan kita, semoga hari yang fitri ini nilai-nilai Ibadah yang dilakukan selama Ramadhan tetap menjadi landasan yang kokoh dalam mengarungi kehidupan di masa depan.
“kita selalu memperhatikan kekurangan yang ada pada kita dengan tidak mengcemoohkan kekurangan pada orang lain, kita berusaha menata kehidupan keluarga kita menjadi keluarga sakinah mawaddatan wa Rahmah, sehingga bisa menjadi contohan bagi keluarga yang lain,” tutupnya.
Pelaksanaan sholat Id di Lapangan Zipur 10 Waena dikoordinasikan oleh Badan Koordinasi Masjid dan Mushollah (BKMM) Distrik Heram itu berlahsung dengan khimat yang melibatian 13 masjid dan mushollah yang ada diwilayah itu,

Sementara itu Wakil Walikota Ir H Rustan Saru dengan menyampaikan terima kasih kepada pihak keamanan beserta masyarakat dan para tokoh agama dari berbagai lintas kepercayaan  dimana telah bersama-sama menjaga toleransi sehingga pelaksanaan ibadah ini dapat berjalan dengan baik.

“Dalam momen Idul Fitri ini saya mengajak kepada seluruh warga Kota Jayapura, untuk terus menciptakan kondisi yang lebih aman kondusif tertib dan aman dalam rangka menjaga hubungan baik antar umat beragama di kota ini,” katanya.

Ia juga mengatakan, sebagai rumah istana dan honai bersama maka patutlah bersama menjaga kota Jayapura dengan tidak membuang sampah sembarang dan menjaga kemanan kota.

“Kita berdoa mudah-mudahan setelah Idul Fitri ini kita semua dapat kembali bekerja dengan baik dan tenang untuk mencapai setiap tujuan yang kita impikan bersama dengan terus menjaga kota ini menjadi kota yang teladan dalam toleransi umat beragama,” katanya.(oel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *