Produk PAH Jelang Lebaran Layak Dikonsumsi

Priyadi/Cepos

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi Papua drh. I Nyoman Polos, saat melihat langsung penjualan daging ayam di pasar Youtefa Abepura, dalam memastikan Produk PAH aman dikonsumsi masyarakat jelang lebaran, Senin(3/6)kemarin.

Kabid Kesehatan Hewan telah lakukan pengawasan dan pembinaan PAH

JAYAPURA-Setiap menjelang hari raya keagamaan, secara rutin Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, telah melaksanakan pengawasan dan pembinaan Produk Pangan Asal Hewan (PAH), hari Senin(3/6) kemarin, dalam memastikan, bahwa, daging sapi, ayam (PAH) layak dikonsumsi oleh masyarakat di Papua.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua drh. I Nyoman Polos, mengatakan, setelah dilakukan pengawasan dan pembinaan PAH menjelang hari raya idul Fitri 2019, khususnya di Kota Jayapura dengan melakukan pemeriksaan langsung di tempat penjualan daging sapi dan ayam di pasar modern serta tradisional, tampaknya tidak ada masalah, PAH yang dijual menjelang hari raya idul Fitri layak dikonsumsi oelh masyarakat.

“Tujuan kami melaksanakan pengawasan dan pembinaan PAH agar PAH yang beredar terjamin keamanannya, sehingga, layak dan aman dikonsumsi oleh masyarakat. Kami juga memberikan edukasi kepada pengecer dan pedagang, agar dalam menjual produk pangan asal hewan yang berkualitas yakni Aman, Sehat, Utuh dan Halal atau ASUH.

Nyoman Polos juga mengakui, untuk produk PAH di Kota Jayapura aman dikonsumsi masyarakat, tidak ada virus menular baik itu penyakit anthrax, hanya saja yang masih ditemukan yakni daging yang dijual terkadang cara penyimpanannya tidak bagus, sehingga mengakibatkan bau atau warna tidak segar.

Untuk itu, diharapkan pedagang dalam mendatangkan daging atau menyimpan daging, harus benar-benar dilakukan sesuai dengan standar, dengan demikian, saat dijual kualitas daging ini masih bagus.

Ditegaskan juga, dalam menjual daging sapi, jangan memotong sapi betina yang masih produktif, karena jika ini dilakukan, akan ada ancaman hukuman dan sanksi yang dapat diberikan pada yang bersangkutan.

“Apabila ditemukan pelanggaran, dimana masih ada pedagang yang memotong sapi betina produktif, maka dapat dikenakan sanksi berupa pidana kurungan selama 3 tahun dan atau denda sebesar 300 juta, sesuai undang-undang 41 Tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan,”jelasnya.

Untuk menghindari hal tersebut, telah dilakukan kegiatan pengendalian pemotongan sapi betina produktif, dengan bekerja sama antara Baharkam Polri dengan Dirjen Peternakan dan kesehatan Kementan RI, sehingga dalam pelaksanaan di Kota Jayapura, tim pengendali terdiri dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Kewan Provinsi Papua Dinas Pertanian Kota Jayapura unsur Polda Papua dan Polres Jayapura bisa mengawasi hal tersebut. (dil).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *