Berkas Bupati Merauke Dikembalikan ke Sentra Gakkumdu

MERAUKE- Kejaksaan    Negeri Merauke  mengembalikan berkas  berita acara  pemeriksaan Bupati Merauke FG  terkait dugaan pelanggaran pemilu  kepada Sentra Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Merauke.

     Plh   Kepala Kejaksaan Negeri Merauke  Vallerianus Dedi Sawaki, SH, mengungkapkan, bahwa   berkas pemeriksaan tersebut dikembalikan atau P.19  kepada Sentra Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Merauke  sejak Jumat  (24/5), lalu.

    ‘’Jumat kemarin berkasnya sudah kita kembalikan atau dalam bahasa hukumnya P.19,’’ tandas   Vallerianus Dedi Sawaki, ditemui Senin (27/5).

    Menurut Plh Dedi Sawaki, berkas tersebut dikembalikan karena belum    memenuhi syarat  materil dan formil.   ‘’Masih ada sejumlah  kekurangan yang  harus dilengkapi  oleh penyidik Sentra Gakkumdu,’’ tandasnya.

    Sesuai  prosedurnya, kata  Vallerianus Sawaki, bahwa   saat berkas itu  diserahkan dari Sentra Gakkumdu Bawaslu ke Jaksa, maka  pihak   Kejaksaan   hanya memiliki waktu selama 3  hari  kerja untuk meneliti  berkas tersebut. Jika  dalam 3 hari  tidak ada dikembalikan maka secara otomatis  berkas dinyatakan  lengkap dan pihaknya mengeluarkan pemberitahuan   kepada penyidik. Namun   jika   belum lengkap  maka  berkasnya dikembalikan seperti yang telah  dilakukan  pihaknya tersebut.

   Kemudian setelah berkas  dikembalikan ke  penyidik Sentra Gakkumdu, maka   hanya ada 3 hari kerja  bagi penyidik  untuk melengkapi seluruh kekurangan tersebut untuk dikembalikan ke Jaksa lagi. ‘’Sekarang  kami masih  menunggu  kembali berkas tersebut dikembalikan dari  penyidik Sentra Gakkumdu.  Kalau nanti sudah dikembalikan,  maka kami akan meneliti kembali untuk kedua kalinya apakah semua petunjuk  yang kami berikan sudah dilengkapi. Kalau semuanya sudah dilengkapi     kami akan nyatakan berkas itu  lengkap atau P.21  dan kita akan segera limpahkan ke ke pengadilan  untuk perkaranya disidangkan,’’ tandasnya.

   Namun jika  ternyata masih ada kekurangan  yang tidak dilengkapi maka   pihaknya akan mengembalikan berkas itu   ke penyidik  Sentra Gakkumdu. Namun sesuai aturan, jaksa  hanya sekali mengembalikan berkas ke penyidik  Sentra Gakkumdu. Jika   ada pengembalikan  kedua kalinya, berarti   berkas tersebut tidak bisa dilanjutkan lagi.

     Dalam kasus  ini,    terlapor,  kata Vallerianus Dedi Sawaki dikenakan Pasal 547 UU Nomor 7  tahun 2017 dengan ancaman  hukuman selama 3 tahun penjara denda Rp 36 juta.   (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *