Anggota KPU Keerom Bantah Janjikan Kursi ke Partai Garuda

JAYAPURA_ Terkait dengan berita tentang  Ketua Partai Garuda Kabupaten Keerom Agus Wanimbo dan belasan warga yang  mendatangi Kantor KPU Kabupaten Keerom, untuk  menagih janji salah satu oknum  anggota komisioner KPU Kabupaten Keerom untuk memberikan satu kursi, Rabu (22/5). Mendapat bantahan dari  Immawan Margono, S.Pd., M.Pd  , salah satu Anggota KPU Kabupaten Keerom.

   Dalam hak jawabnya, Margono mengaku merasa difitnah dan dirugikan atas berita tersebut. “Perlu saya luruskan disini, bahwasanya saya pribadi maupun mewakili lembaga KPU Kabupaten Keerom tidak benar dan sama sekali tidak pernah menjanjikan baik secara tertulis maupun lisan, baik secara langsung maupun tidak langsung kepada Sdr. Agus Wanimbo sebagai Ketua DPC Partai Garuda  Kabupaten Keerom untuk memberikan “jatah kursi” pada Pemilu Legislatif yang baru–baru saja kita lalui.”ungkap Margono dalam pernyataan tertulisnya yang disampaikan ke redaksi Cenderawasih Pos, Minggu (26/5).

   Dalam pernyataannya, Margono juga membeberkan kronologi yang berujung dengan fitnah dan pencemaran nama baik yang menimpa dirinya yang bermula dari peristiwa pada 19 April 2019, dua hari setelah hari pencoblosan, pukul 21.40 WIT di kantor Distrik Skanto, Kabupaten Keerom.

   Dimana pada intinya, Ketua DPC Partai Garuda Pdt Gus Wanimbo awalnya melakukan protes terkait ceklist salinan C1. Saat insiden itu terjadi disaksikan oleh Ketua PPK Distrik Skanto, Dedik Suryanto, Perwira Pengendali Pengamanan Pemilu Distrik Skanto, AKP Mujirat. “Karena Pdt. Gus Wanimbo dan rombongannya tetap ngotot, dan saya kebetulan ada di kantor PPK Distrik Skanto dipanggil untuk menengahi dan memberikan penjelasan.”tuturnya.  Namun karena penjelasan yang diberikan juga tidak bisa diterima, akhirnya Margono mengaku mundur dari perdebatan yang terjadi hingga pukul 00.20 WIT.

   Sementara pada  21 April 2019, pada saat pleno Distrik Skanto Pdt. Gus Wanimbo masih ngotot, dimana  tahapan pleno boleh jalan asal saya (Margono) sebagai anggota KPU Kabupaten Keerom harus buat pernyataan tertulis di atas materai bahwa KPU akan memberikan 2 (dua) kursi untuk Orang Asli Papua.

  “Saya jawab “KPU tidak serta merta bisa memberikan kursi, KPU menetapkan kursi berdasarkan perolehan suara hasil Pemilu, saya tidak bisa membuat pernyataan di luar peraturan, Kalau membantu lobby menyampaikan aspirasi, sebagaimana pernyataan Kapolsek saya siap, tetapi tidak menjamin bisa memperoleh kursi tersebut.”jelas Margono yang menyatakan bahwa saat itu banyak saksi yagn melihat dan mendengar.

     Hari itu tidak ada titik temu, dan Ketua Bawaslu Kabupaten Keerom menyatakan pleno tetap dilanjutkan, dan apabila ada yang halangi akan di pidanakan, sehingga pleno di lanjutkan, dan pihak Pdt. Gus Wanimbo tidak menghalangi. “Dan saya pikir masalah tersebut sudah selesai.”ujarnya.

   Margono juga  sangat menyayangkan, pernyataan dari Ketua KPU Kabupaten Keerom, Kornelis Watkaat dalam berita tersebut tanpa konfirmasi dulu dengan dirinya. Terkesan menuduh dan memfitnah dirinya telah menjanjikan kursi kepada Partai Garuda. “Bahkan Ketua KPU Kabupaten Keerom seakan–akan mendorong saya untuk dilaporkan dan diproses.”sesalnya.

  “Padahal sebagai Ketua yang punya tanggung jawab baik ke dalam maupun keluar lembaga, sejak peristiwa ini terjadi, Ketua KPU Kabupaten Keerom tidak pernah memanggil kami untuk rapat membahas masalah tersebut atau mengklarifikasi dan mencari kebenarannya dari saya maupun dari pihak–pihak terkait lainnya.”bebernya. (tri)

  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *