Saksi Kasus OTT di Depan Saga Mall Mangkir

Jahja Rumra

Iptu Jahja Rumra. Elfira/Cepos

JAYAPURA- Sat Reskrim Polres Jayapura Kota layangkan surat panggilan terhadap S terkait kasus Operasi tangkap tangan (OTT) dengan tersangka IW dan VR pengawas pemilu tingkat distrik yang diamankan di depan Saga Mall Abepura, Senin (20/5) dini hari lalu.

Surat panggilan yang dilayangkan Rabu (22/5) pada S dengan status sebagai saksi atas kasus OTT tindak pidana.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres Jayapura Kota Iptu Jahja Rumra menyebutkan, S dijadwalkan akan memenuhi panggilan Polisi pada Jumat (24/5). Namun, dalam surat panggilan pertama itu S tak memenuhi panggilan Polisi sehingga akan diterbitkan surat panggilan untuk kedua.

“Status S sendiri sebagai saksi dalam surat panggilan yang dilayangkan  sejak Rabu (22/5),” ucap Jahja yang dikonfirmasi, Jumat (24/5).

Menurut Jahja, dalam pemeriksaan ini jika mencukupi bukti. Tidak menutup kemungkinan S yang semula bertatus sebagai saksi bisa ditetapkan sebagai tersangka.

“ Kita lihat saja perkembangannya di lapangan,” kata Jahja.

Dalam kasus ini lanjut Jahja, sebanyak empat saksi telah dimintai keterangannya. Empat saksi tersebut diantaranya tiga saksi dari pihak Bawaslu dan satu saksi sopir mobil tersangka.

Sementara dalam kasus ini lanjut Jahja, dua orang anggota Bawaslu telah dimintai keterangannya dan dua tersangka yang tersebut sudah beradadi ruang tahanan rutan Mapolres Jayapura Kota.

Sebelumnya, Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas mengatakan setelah dilakukan pendalaman, kedua tersangkan dijerat undang-undang tindak pidana korupsi, dan tidak masuk dalam tindak pidana pemilu.

Setelah dilakukan pengakajian terkait kasus OTT itu dengan  pihak Bawaslu dan Gakumdu, kasus tersebut tidak masuk dalam ranah pemilu melainkan  pidana umum dan khusus.

Ditangan kedua tersangka, Kepolisian berhasil mengamankan uang senilai Rp 16 juta. Dimana uang tersebut dari  salah satu oknum caleg berinisial S yang mana nominal uang tersebut pun telah disepakati sebelumnya antara kedua tersangkan dan S.

S sendiri  merupakan caleg yang juga saat ini masih menjabat sebagai anggota DPRD Kota Jayapura. Atas perbuatannya dua tersangka dengan inisial IW dan VR terancam penjara maksimal 20 tahun penjara sesuai pasal 12 huruf b  undang-undang tindak pidana korupsi. (fia/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *