MRP Dorong Pemda Beri Insentif  Pendeta

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE, MSi. (Denny/cepos)

WAMENA-Majelis Rakyat Papua (MRP) melalui Pokja Agama Mendorong pemerintah Jayawijaya untuk memberikan insentif kepada para pendeta yang memberikan pelayanan kepada masyarakat di distrik dan kampung yang ada di kabupaten, serta melihat masalah pendidikan dan pelayanan kesehatan yang dinilai masih kurang.

  Ketua Pokja Agama MRP Yoel Mulait mengaku  telah melakukan kunjungan ke empat distrik, untuk melakukan pertemuan dengan masyarakat orang asli Papua.  Yakni di Distrik Hubikosy, Welesi, Maima dan Walelagama, untuk mensosialisasikan kerukunan umat beragama, evaluasi dan monitoring pelaksanaan dana otonomi khusus di Jayawijaya pada bidang keagamaan, pendidikan.

  “Hasil monitoring yang kita dapatkan, untuk kerukunan umat beragama, 14 denominasi, kerukunan umat beragama cukup baik. misalnya di Welesai,   ada kristen dan muslim, tetapi kerukunannya begitu melekat karena di sana juga melekat dengan budaya.”ungkapnya Jumat (24/5) kemarin.

  Pokja Agama MRP  juga mendorong  bupati untuk   menata kembali, pelaksanaan otsus bidang keagaman, adat dan perempuan. Dimana hamba-hamba Tuhan atau pelayan injil  diharapkan bisa mendapatkan insentif.

  “Itu yang kita dorong dan pak bupati oke, dan juga terkait pembangunan gereja-gereja yang pa bupati juga sudah oke, dimana semua yang kami lihat dan dapat dari masyarakat ini kami sudah diskusikan dengan bupati.”kata Yoel

  Menjelang lebaran, Pokja Agama MRP berharap masyarakat dapat memberi penghormatan kepada saudara-saudara yang muslim, yang melakukan puasa dan merayakan Idul Fitri.

  “Kami berharap kerukunan umat beragama di Jayawijaya ini bisa terus terpelihara dengan baik dan jangan ada timbul gesekan dalam masyarakat,” ujar ketua Pokja Agama

  Selain itu untuk pendidikan, memang yang ditemui itu ada memang guru-guru yang lebih banyak tinggal di kota, ada satu dua kelas yang hanya satu dua guru yang jalan. untuk kesehatan juga demikian, ada puskesmas yang kosong, tidak ada petugasnya. kalaupun ada, hari senin, hanya siang saja ada, sore sudah tidak ada, tinggalkan tempat.

  “Kita harap masalah -masalah seperti ini dapat dilihat oleh pemda Jayawijaya sehingga bisa segera mengambil tindakan menghadapi situasi seperti ini,”bebernya

  Secara terpisah Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua menyampaikan terima kasih atas saran dan masukan dari kunjungan MRP ini. Bupati mengaku akan   memperhatikan saran untuk  bidang keagamaan maupun di luar keagamaan seperti masalah SDM, pembangunan,

  “Ini masukan yang baik kepada kita untuk melihat penganggaran keagamaan yang lebih baik lagi kedepan khususnya penggunaan dana otsus Papua,”ujar Bupati. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *