Banyak Libur Justru Mengurangi Kinerja

Thomas Sondegau

JAYAPURA –  Jika tak mengalami perubahan, seluruh ASN di lingkungan Pemprov Papua akan mendapatkan libur mulai tanggal 30 Mei hingga 11 Juni. Sebuah waktu yang cukup panjang untuk  sebuah hari libur.

  Sejatinya bukan kali ini saja Pemprov mengeluarkan pengumuman soal lamanya libur. Bahkan bila dihitung-hitung dalam setahun bisa satu bulan waktu yang digunakan untuk libur pegawai. Kondisi ini tentunya bertolak belakang dengan semangat yang diujung Presiden Jokowi yakni kerja, kerja dan kerja.

“Kalau betul jadwalnya seperti itu tentu kami sayangkan, ada waktu yang cukup panjang yang harus ditunggu oleh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik. Kami pikir lima hari saja itu sudah lama sekali apalagi sampai harus 11 hari seperti itu,” kata anggota Komisi IV DPR Papua, Thomas Sondegau, Jumat (24/5).

Ia menganggap lamanya libur akan mengurangi kinerga baik di OPD maupun pegawai. Malah bisa jadi target yang direncanakan untuk sebuah pekerjaan bisa molor semua. “Kami pikir mungkin ini bisa dipertimbangkan kembali, jangan terlalu lama libur karena dampaknya besar,” kata Thomas.

Pasalnya jika dilihat dari kebiasaan, bila waktu libur 10 hari dan hari kesebelas sudah aktif, biasanya para pegawai ini justru memperpanjang waktu libur dan baru muncul setelah dua hari kemudian.

“Ini  yang kadang jadi catatan kami juga, sudah harus bekerja tapi bikin libur tambahan  dan dihari pertama biasanya baru setengah,” tambahnya.

“Ini juga tidak sejalan dengan semangat presiden yang lebih banyak bekerja dibanding liburnya. Papua harusnya bisa lebih kencang bukan justru lebih banyak istirahat,” imbuh Thomas. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *