Minim Sarana Proteksi Kebakaran

CEK SARPRAS-Plt. Satpol PP Kota Jayapura Kompol Muhsin S. bersama Kabid Damkar Andi Isack Terru dan petugas Damkar lainnya, melakukan Kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran di salah satu hotel di Jayapura, Kamis (23/5) kemarin. (Priyadi/Cepos)

Kesadaran Pengusaha Ritel dan Perhotelan Dinilai Masih Rendah

Pengusaha Ritel dan Perhotelan Minim  Penyediaan Sarana Proteksi Kebakaran

JAYAPURA-Satpol PP Kota Jayapura Bidang Pemadam Kebakaran, masih melakukan giat Kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran, selain dilakukan dilingkungan Pemerintah Kota Jayapura, juga dilakukan di Perhotelan, fasilitas umum dan tempat ibadah.

Plt. Kepala Satpol PP Kota Jayapura Kompol Muhsin N, melalui Kabid Damkar Andi Isach Terru  mengakui, pihaknya telah melakukan  giat sosialisasi, sekaligus pemeriksaan gedung dengan target hotel @home tanah hitam, hotel meta star Waena dan Saga Mall Abepura.

  Dijumpai berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, bahwa untuk  kedua hotel dijumpai jumlah Sarpras yang tidak memenuhi syarat (jumlah apar terbatas dan banyak yang kadaluarsa), tidak adanya sistem alarm, hidrant, dan sprinkle, serta detektor asap/panas.

Sama halnya dengan data yang ada di Saga Mall Abepura, baik pada lantai atas sebagau sentra permainan anak, tidak di jumpai Sarpras proteksi kebakaran, sama juga di lantai 3 tempat resto Solaria dan sejumlah tempat jualan lain.

Termasuk  pada lantai 2 di KFC Saga Abepura hanya  tersedia 2 apart tidak ada hidran, dibagian dapurnya hanya 3 dan dalam kondisi rusak 1.   ” Inti dari hasil inspeksi hari Kamis(23/5) ini, terhadap pengusaha ritel dan perhotelan masih sangat minim kesadarannya dalam hal penyediaan sarana proteksi kebakaran. Sehingga, perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan tahap berikutnya,”jelasnya.

Sementara itu,  pada hari Rabu (22/5) lalu, pihaknya juga telah melakukan sosalisasi dan giat kesiagaan serta pencegahan bahaya kebakaran di Hotel Aston Jayapura, Hotel Yasmin, Hotel Swissbell. Hasil sementara berdasarkan pemeriksaan di lapangan, terdapat sejumlah hotel yang sangat minim penyediaan Sarpras proteksi kebakaran dan kalaupun ada, jumlah dan kondisinya sangat direkomendasikan untuk segera disediakan, diganti dan ditambahkan dan diposisikan pada tempat yang semestinya.

   Dipandang perlu adanya koordinasi dengan pihak pengusaha ritel, perhotelan dan lainnya untuk  memperhatikan hal pencegahan dan  keselamatan /proteksi kebakaran dengan tetap membangun kerjasama, antara pihak PMK dan Dinas Tenaga kerja terkait kewenangan pemeriksaan’ alat pemadam api ringan (APAR), sehingga, tidak membias pada saat pelaksanaan di lapangan.(dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *