Biarkan Masyarakat Rasakan Kehadiran Negara

Marthinus Adii. Gamel/Cepos

JAYAPURA – Persoalan georgafis Papua saat ini tak lepas dari kondisi wilayah yang saling berjauhan dan jika ingin kemana-mana terkadang terbentur soal akses jalan. Sejatinya ini menjadi  PR sejak Otsus bergulir dan meski  gelontoran uang sudah diberikan untuk Papua,  masalah infrastruktur jalan masih harus diberikan jawaban. Terkait ini salah satu anggota Komisi IV DPR Papua, Marthinus Adii menyampaikan bahwa ia mencatat ada beberapa akses jalan yang patut didorong pekerjaannya.

  Pertama jalan dari Paniai menuju Intan Jaya. Lalu dari Deiyai menuju Kapiraya, Mamberamo Raya. Dua jalan penghubung ini perlu dituntaskan agar membuka keterisolasian daerah. “Untuk Paniai – Intan Jaya mungkin sudah terhubung tapi perlu peningkatan. Kami juga akan mengecek mengapa penyelesaiannya lambat sekali, apakah karena tumpang tindih kontraktor atau saling mengklaim sebab itu yang kami dengar,” kata Marthinus di ruang kerjanya, Rabu (22/5) kemarin. Ia memastikan akan mengajak beberapa anggota Komisi IV untuk melihat langsung titik-titik yang dianggap harus dibuka.

   Jalan dari Deiyai – Kapiraya juga belum terhubung hingga kini sehingga jika masyarakat dari Diyai jika ingin ke Mamberamo Raya harus ke Timika lebih dulu dan dari Timika menggunakan perahu kecil. Itu dianggap sangat menyulitkan bagi masyarakat kecil yang memiliki keuangan tidak menentu. “Ini juga jadi soal jadi untuk ke Kapiraya ini memang kebanyakan mengunakan perahu. Kalau  jalan kaki bisa sampai enam hari dan kadang kalau Pemilu selalu terjadi persoalan,” kata Adii. Persoalan tersebut adalah logistik surat suara pemilu lebih banyak dicoblos di perjalanan karena membutuhkan waktu berhari-hari untuk tiba di lokasi.

   “Ketimbang terlambat ya dicoblos di tengah jalan. Aksesnya masih sulit,” bebernya. Begitu dengan jalan Paniai – Intan Jaya yang sudah dibuka. “Ini kalau bisa digunakan saya pikir dampaknya sangat besar. Itu akan menghubungkan Intan Jaya, Puncak Papua dan Puncak Jaya. Bisa menekan angka kemahalan. Jadi saya berharap di tahun 2020 kegiatan untuk jalan ini bisa didorong,” tandasnya. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *