Polisi Dalami Pengerusakan Kantor Adira

Kompol Marthin Koagouw (Elfira/Cepos)

JAYAPURA-  Kepolisian dalam hal ini Polsek Jayapura Selatan dalami kasus pengerusakan Kantor PT. Adira yang berlokasi di Entrop, Jayapura Selatan, pada Senin (20/5) lalu. Dimana Polisi telah memintai keterangan saksi.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Jayapura Selatan, Kompol Marthin Koagouw mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi karena ketidak pahaman pihak pembeli mobil dengan cara kredit.

Ia menuturkan, awalnya pembeli menyerahkan uang down payment (DP) senilai Rp 100 juta kepada PT. Adira selaku pemberi kredit atas pembelian satu unit mobil. Selanjutnya, pembeli wajib mencicil sisa kredit sekitar Rp 140 an juta lagi.

“Saat kembali ke rumahnya, keluarga dari pembeli mendatangi Adira dan melakukan pengrusakan terhadap kaca kantornya,” kata Kompol Marthin

Menurutnya, tidak ada hubungannya antara kematian pembeli dengan kesalah pahaman yang dialaminya dengan pihak perusahaan. Pembeli menganggap uang yang disetorkannya merupakan pembelian secara cash.

Dikatakan, pihak Adira telah memberikan penjelasan detail berulang-ulang kepada pembeli. Bahkan, total pembayaran keseluruhan yang ditaksir sekitar Rp 300 juta selama masa kredit telah dijelaskan kepada pembeli.

“Saat pulang ke rumahnya, pembeli mobil meninggal dunia akibat penyakit jantung yang dialaminya. Pihak keluarganya mendatangi kantor Adira dan melakukan pengrusakan,” terangnya.

Dalam kasus ini kata Kapolsek ada tiga orang yang mendatangi kantor Adira dan melakukan pengerusakan. Polisi pun tengah mendalaminya untuk memastikan pelaku yang terlibat, “Terduga pelaku berinisial S, namun masih kami dalami untuk proses selanjutnya,” jelasnya.

Sementara itu, di tempat terpisah Penasehat Hukum PT. Adira, Yulianto mengatakan pihak keluarga minta penjelasan masalah uang muka Rp 100 juta yang diserahkan kepihak dealer pada tahun 2015 dan penjelasan masalah total hutang. Pihak Adirapun menjelaskan kepada nasabah dengan detail.

Dalam penjelasan kliennya kepada nasabah yakni  Mobil Toyota Avanza Veloz Tahun tahun 2015 sebesar Rp 246.000.000, uang muka nasabah Rp 100 juta diserahkan ke dealer yang artinya Adira biayai sebesar Rp 146.000.000 ditambah bunga dan biaya-biaya lainnya seperti administrasi dan asuransi.

“Tetapi nasabah dan kedua anaknya tidak mau menerima dan tetap minta pengembalian pertanggungjawaban agar uang muka dikembalikan sebesar Rp 100 juta,” terangnya.

Dalam penjelasan kliennya kepada nasabah, anak nasabah emosi dan sempat pukul meja sambil berdiri dan jalan keluar ruangan.

Sekira pukul 13.20 sejumlah orang yang dipimpin anak laki-laki nasabah datang ke kantor membuat keributan dengan memecahkan kaca kantor. Hal ini dikarenakan emosi orang tua mereka meninggal.

Pasca pengerusakan itu, kliennya langsung menelpon pihak kepolisian Sektor Jayapura Selatan untuk pengamanan dan melakukan olah tempat kejadian perkara. (fia/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *