Masyarakat Adat Tungkoye pastikan Tidak Beri Izin Rehab Toware

Robert Mboik Cepos

Bangunan GOR Toware yang saat ini kembali bersengketa antara pihak pemilik ulayat dan pemkab Jayapura

SEENTANI-Masyarakat adat Tungkoye yang mengklaim sebagai pemilik atas tanah yang dibangun Gor Toware milik Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, melarang keras dan tidak mengizinkan pemerintah untuk membangun atau merehab bangunan tersebut jika tuntutan mereka belum kunjung dipenuhi oleh pemerintah.

“Tuntutan kami harus dibayar dulu, kalau tidak kami tidak akan izinkan melanjutkan pekerjaan ditanah itu,” kata kepala suku, Lot Tungkoye saat ditemui Cenderawasih Pos di kediamannya, Rabu (22/5).

Pihaknya meminta agar pemda jayapura harus membayar Rp5 miliar, baru masyarakat adat mengizinkan pekerjaan diatas tanah tersebut. Mereka bahkan mengaku, klaim pemkab Jayapura yang menyatakan telah memberikan ganti rugi atas tanah itu sebenarnya tidak benar. Masyarakat suku Tungkoye tidak pernah menerima uang ganti rugi lahan atau pembayaran dari pemerintah. Adapun sebelumnya, pemerintah mengaku telah membayar ganti rugi, namun ganti rugi itu tidak pernah diketahui oleh pihak Tungkoye.

“Yang mereka bayar itu salah alamat, kami sebagai pemilik ulayat tanah itu,” paparnya.

Lantas dimanakah keberadaan warga Tungkoye saat pemkab Jayapura membayar ganti rugi lahan itu sebelumnya. “Kami tidak tahu, karena kami tidak pernah terima panggilan atau informasi dari pemerintah,”ungkapnya.

Untuk itu masyarakat adat enggan mrngizinkan prmkab Jayapura untuk merehab jika tuntutan pembayaran ganti rugi lahan senilai rp5 miliar tidak terpenuhi. Apalagi lanjut dia, pembahasan mengenai masalah tanah itu sudah berlangsung lama.

Untuk diketahui, masalah lahan Gor Toware hingga saat ini belum ada titik terang. Meskipun ditingkat pengadilan sudah dimenangkan oleh pihak pemerintah. Namun klaim atas tanah itu masih berlangsung hingga hari ini. Dalam waktu dekat, pemkab Jayapura berencana akan merehab bangunan itu dalam rangka menunjang pelaksanaan PON 2020 nanti.(roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *