Konferensi Internasional HIV-AIDS Hadirkan Narasumber dari Tiga Negara

Ir.H.Rustan Saru, MM. (Priyadi/Cepos)

JAYAPURA- Pelaksanaan konferensi Internasion HIV AIDS Tingkat Nasional di Kota Jayapura akan dilaksanakan pada tanggal 31Juli- 4 Agustus 2019. Untuk itu, segala persiapan baik penggalangan dana, maupun persiapan lainnya telah dilakukan KPA Kota Jayapura maupun panitia penyelenggara.

Dimana, dalam konferensi Internasion HIV AIDS Tingkat Nasional di Kota Jayapura, dilakukan secara totalitas, mendatangkan 5 narasumber dari 3 negara yakni Thailand, Sydney-Australia dan Zimbabwe negara bagian Afrika Selatan. Hal ini dikatakan Ketua Panitia kegiatan dr. NI Nyoman Sri Antari kepada Cenderawasih Pos, Senin (20/5) kemarin.

“Dalam acara ini, kita hadirkan nara sumber dari berbagai negara seperti Thailand, Sidney, dan Zimbabwe negara bagian Afrika Selatan, serta dari Indonesia,”jelasnya.

Ditambahkan, dana yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan kegiatan ini, memang tidak sedikit sekira Rp 2,8 miliar atau hampir Rp 3 miliar. Sehingga, untuk suksesnya acara ini, diharapkan dari BUMN /BUMD dan lainnya bisa memberikan kontribusi melalui bantuan CSR masing-masing dan KPA Kota Jayapura juga dibantu Pemkot Jayapura.

Sementara itu, Ketua KPA Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru,MM.,menambahkan, konferensi internasional HIV-AIDS di Kota Jayapura akan dihadiri 2000 peserta, yang dilaksanakan Pemkot Jayapura, bekerjasama dengan KPA Kota Jayapura.

Dalam konferensi ini, akan mengundang pakar-pakar dari WHO, UNICEF, termasuk lintas wilayah daerah, yang sudah berprestasi menyelesaikan masalah HIV -AIDS di daerahnya, dan mengundang LSM, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh lintas agama, sekolah-sekolah untuk ambi bagian termasuk masyarakat ODHA yang diundang dalam konferensi ini, yang ditargetkan bisa dihadiri sekira 2000 peserta.

“Tujuan dari konferensi HIV AIDS di Kota Jayapura yakni, bagaimana bisa membumikan HIV AIDS, agar semua orang berani memeriksakan HIV AIDS, dalam upaya mencapai eliminasi pencegahan HIV AIDS 2030 akan tidak ada penularan, infeksi, kematian dan tidak ada intimidasi bagi ODHA,”ungkapnya.

Sehingga, diminta kepada media terkait, termasuk BUMN/BUMD, kalangan pelaku usaha, harus ikut dalam hal aksi kemanusiaan, ada dampaknya, dan penyakit ini bisa diatasi. (dil/wen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *