Honor Penyelengara Pemilu Perlu Dievaluasi

Titus Lao Mohi M,Si. (Noel/Cepos)

JAYAPURA – Ketua KPU Kabupaten Pegunungan Bintang Titus Lao Mohi M,Si mengatakan bahwa kondisi medan dan harga sembilan bahan  pokok di Wilayahnya tidak sebanding dengan gaji penyelengara KPU tingkat bawah.

   Namun begitu,  Ia   bersyukur dengan penyelengaraan pilkada yang aman dan damai di wilayahnya itu, berterimaksi kepada semua pihak yang sudah berkontribusi terutama pahlawan pemilu bagi mereka yang memikul kotak suara dari kampung ke kampung.

  “Bersukur kepada Tuhan pemilu bisa sukses terutama sebelum mulai tahapan kita undang para hamba Tuhan dam Tokoh agama untuk doakan, cuaca mendukung setelah pemilihan kami pleno kami berangkat baru jam tiga hujan. ini mujisat bagi kami,” katanya  di Jayapura, Senin, (21/5).

  Menurut Lao, Kendala di wilayan gunung kadang masalah honor yang tidak sesuai dengan medan juga harga barang di Pegunungan Bintang dan wilayah pegunungan lain sangat mahal.

“Gaji 400 – 500 ribu itu tidak sebanding dengan kinerja di lapangan dengan beban, kadang – kadang karena honor mereka tidak bekerja,”  akuinya

  Maka itu, Ia menyarakan kepada KPU RI  untuk melakukan evaluasi, bahwa perlu ada perbedaan honor di Jakarta dengan Papua karena KPPS, PPS dan PPD sulit lewati medan.

  “Jadi honor harus disesuaikan dengan tingkatan kesulitan dan berat kerja bagi PPD, KPPS, PPS, karena ada bebera distrik yang tidak kerja tapi ada juga yang bekerja dan ada juga yang mengelu dengan honor, apalagi tingkat kemahalan di gunung sangat tinggi, Ada juga mereka harus jalan kaki sampai dua tiga hari karena kampung jau dan kami sebut mereka pahlawan pemilu,  semua berjalan baik,” tegasnya. (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *