Sepakat Tolak People Power

JAYAPURA- Giliran tokoh agama dan tokoh pemuda serta Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano menolak People Power, mereka justru mengajak masyarakat untuk bersama menjaga Kamtibmas.

Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano mengatakan, jalannya Pemilihan Umum Presiden dan Pemilihan Legislatif berjalan sesuai mekanisme. Mengapresiasi TNI-Polri dalam mengawal pesta demokrasi terebut sehingga dapat berjalan dengan aman dan kondusif.

Dirinya menghimbau warga Kota Jayapura untuk tidak terpancing atau mengikuti ajakan People Power, karena hal tersebut dapat merugikan bahkan menghancurkan demokrasi. Apa yang telah dilakukan oleh pihak penyelenggara Pemilu harus apresiasi dan harus didukung agar dapat menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik.

“Mari kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas khususnya di Kota Jayapura yang aman dan kondusif, dengan mendukung aparat keamanan dalam hal ini TNI-Polri dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain,” ucap Walikota, Sabtu (18/5)

Hal serupa juga disampaikan Irjii Matdoan, MT mewakili tokoh pemuda mengajak semua pihak untuk menjaga kebersamaan, persaudaraan dan tidak terpecah belah. Apapun hasil yang akan disampaikan oleh KPU Pusat menurutnya harus dihormati bersama dan apabila tidak puas dengan hasil tersebut dapat melakukan jalur hukum yang ditetapkan oleh undang-undang.

Tokoh Agama Kota Jayapura H. Muhammad Taufiqurahman juga mengajak warga khususnya Kota Jayapura untuk menolak ajakan People Power karena akan memecah persatuan dan kesatuan bangsa serta mencoreng demokrasi.

“Mari kita menjaga keutuhan antar umat beragama di Kota Jayapura,” pintanya.

Sementara itu, DR. H. Toni Wanggai, MA Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Papua mengajak warga khususnya yang berada di Tanah Papua untuk menolak gerakan People Power yang diwacanakan oleh elit-elit Politik tertentu.

Dirinya mengajak masyarakat Papua untuk tidak terprovokasi karena itu akan memecah persatuan dan kesatuan kita berbangsa dan bernegara serta mencoreng demokrasi kita yang aman dan bermartabat.

“Mari kita jaga dan memelihara persaudaraan, kerukunan serta ukuah kita sesama umat islam, umat beragama dan sesama anak bangsa sehingga kita dapat menjaga persaudaraan kita dalam bulan suci Ramadan dan menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri serta menyambut Presiden terpilih yang akan membawa kita lebih sejahtera,” katanya.

Ajakan juga datang dari KH. Syaful Islam Al-Fayage, SHI Ketua MUI Provinsi Papua, menurutnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dari Sabang sampai Merauke dan berbagai macam agamanya, berbagai macam budayanya, berbagai macam adat istiadatnya. Sehingga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia jangan sampai terpecah belah diantara kita.

“Saya juga mengajak warga yang ada di Tanah Papua untuk menolak aksi People Power, karena hal tersebut dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa serta mencoreng demokrasi kita. Karena keamanan dan ketertiban adalah diatas segala galanya, kalau bangsa kita aman, tanah Papua aman maka kita melakukan aktifitas yang aman dan nyaman,” pungkasnya. (fia/gin)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *