Kampung Tablasupa Siap Dikembangkan Jadi Desa Wisata

Robert Mboik Cepos

Pertemuan masyarakat di kampung tablasupa dengan Akademi Pariwisata dan Dinas Pariwisata yang di hadiri oleh utusan kementerian pariwisata Republik Indonesia di Kampung Tablasupa, Sabtu (18/5).

SENTANI- Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bersama Akademi Pariwisata Jayapura menyelengarakan kegiatan pengembangan desa wisata melalui pendampingan dalam rangka fasilitasi pelatihan pengembangan masyarakat desa wisata yang bertempat di Kampung Tablasupa Distrik Depapre, Sabtu (18/5).

Ketua Usaha Perjalanan wisata yang juga sebagai konsultan Pariwisata, Jerri Aronggear mengatakan, kegiatan itu terselenggara setelah pihaknya mengajukan proposal kepada kementrian pariwisata republik Indonesia, untuk mengikuti kegiatan training of trainer bagi dosen dosen pendamping desa wisata di seluruh Republik Indonesia yang diadakan oleh kementrian Pariwisata Republik Indonesia.

“Kami mengajukan proposal dan lolos tembus dan akhirnya dibantu,” kata Jerri Aronggear, kepada wartawan di Kampung Tablasupa, Sabtu (18/5).

Kemudian kementrian pariwisata memberikan bantuan berupa penyelenggaraan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Bantuan itu tidak berhenti disitu, selanjutnya akan dilombakan, untuk menjadi kampung wisata terbaik se Indonesia. Apabila dinyatakan lolos kemungkinan besar akan diundang untuk mempresentasi di level yang lebih tinggi.

“Kalau lolos, kita akan diundang untuk di presentasi lagi di tempat yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, untuk menentukan lulus dan tidaknya akan dinilai dari sisi perputaran uang di desa wisata dan juga bagaimana desa wisata ini bisa memberdayakan masyarakat dengan baik. Kemudian yang berikut desa wisata itu bisa mempertahankan nilai-nilai budaya lokal setempat.

” Ada cara yang cukup mudah dilakukan agar semua potensi wisata yang ada di kampung Tablasupa ini bisa dikembangkan, pertama membentuk kelompok sadar wisata kemudian masyarakat atau semua pihak terkait harus bekerja sama dan terus menjalin hubungan yang baik agar ini benar-benar bisa terwujud,” paparnya.

Menurutnya, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan potensi pariwisata yang ada di Kampung Tablasupa yang akan dijadikan sebagai Daerah atau Desa Wisata ke depannya. Desa Tablasupa sendiri memiliki beberapa potensi yang bisa dikembangkan dan siap menjadi destinasi wisata seperti destinasi wisata burung cendrawasih, sumber air tawar di tengah laut, pengembang biakan penyu, snorkeling, diving, kuliner khas masyarakat lokal, kerajinan tangan dan lain lain.

“Tetapi faktanya semua potensi tersebut masih berjalan sendiri-sendiri. Maka desa wisata merupakan sebuah wadah untuk menyatukan semua produk-produk wisata yang ada di desa Wisata Kampung Tablasupa,”ungkapnya.

Sementara itu, Kasubdit Sadar Wisata Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Arumda Marintias, mengungkapkan, untuk menumbuhkembangkan potensi pariwisata di desa wisata maka masyarakat harus bisa mengembangkan potensi potensi lokal yang ada di desa wisata misalnya kultur atau budayanya, kuliner, souvenirnya dan berbagai hal lain yang menjadi kekhasan dari daerah itu. “Jadi masyarakatnya itu mulai dari pengolahan home stay, makanan kuliner itu akan bersinergitas dan sifatnya tidak bisa berjalan sendiri-sendiri seperti saat ini,” tambahnya. (roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *