Belum Dieksekusi, Sino 28 Sudah Tenggelam

Sulo/Cepos

KM Sino 18, salah satu dari 5 kapal Sino milik PT Sino Sunlinda Fishing Indonesia yang dirampas dan dimusnahkan dengan cara diledakan di luat lepas di perairan Merauke beberapa waktu lalu. Tiga Sino lainnya yakni KM 28, 16 dan 17 akan menanti eksekusi, namun KM Sino 28, sudah tenggelam lebih awal di Sungai Maro.

MERAUKE-Kapal Sino 28, salah satu dari 5 kapal penangkap ikan asing berbendera Indonesia milik PT Sino Shunlinda Fishing Indonesia yang melakukan illegal fishing dengan putusan dirampas oleh negara untuk dimusnahkan sudah tenggelam lebih duluan sebelum dilakukan eksekusi. Kapal ini tenggelam beberapa waktu lalu diantara pelabuhan Perikanan Nusantara dan Pelabuhan Lantamal XI Merauke di Nowari, Kelurahan Karang Indah Merauke.

‘’Ya, kapalnya sudah tenggelam beberapa waktu lalu. Mula-mula miring kemudian tenggelam saat cuaca kurang bagus,’’ kata Koordinator Satuan PSDKP Merauke Meisal Rachdiana, ketika ditemui media ini di ruang kerjanya, Jumat (17/5).

Secara terpisah, Plh Kejari Merauke Valerianus Dedi Sawaki, SH didampingi Kasi Pidum Piether louw, SH, mengungkapkan, bahwa meski sudah tenggelam tidak akan mempengaruhi eksekusi. Eksekusi akan tetap dilakukan. Untuk eksekusi kapal ini, lanjut Dedi Sawaki, pihaknya sudah ke Satgas 115 dan masalah tersebut telah dibicarakan secara bersama tenttang tehnis eksekusinya.

Namun untuk melakukan eksekusi ini, Dedi Sawaki, mengaku pihaknya masih menunggu dari Satgas 115. Karena tidak hanya Sino 28 tersebut yang akan dieksekusi, namun juga Sino 16 dan Sino 17.

‘’Kalau soal tenggelam tersebut tidak hanya dialami oleh Sino 28, tapi juga beberapa kapal yang akan dimusnahkan di daerah lainnya, seperti Ambon juga tenggelam akibat cuaca,’’ jelasnya.

Namun soal tehnis pemusnahan Sino 28 yang sudah tenggelam tersebut Kali Maro tersebut, menurut Dedi Sawaki diserahkan ke pihak Lantamal XI Merauke yang akan melakukan eksekusi nanti.

Sebab, Sino 28 yang tenggelam di alur Kali Maro tersebut tidak mungkin akan dibiarkan berada di lokasi kapal tersebut tenggelam karena berpengaruh terhadap alur pelayaran kapal masuk maupun keluar pelabuhan baik Pelabuhan Umum Merauke maupun Pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke. (ulo/tri)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *