Mesin Speedboat Mati, Tim Kesehatan Dievakuasi Tim SAR

Tim SAR dari Pos Sarmi Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, saat melakukan evakuasi terhadap tim medis bersama warga yang sakit dengan keluarganya menggunakan RIB dari perairan antara Pulau Liki dan Pulau Armo di Kabupaten Sarmi, Jumat (17/5). 

SARMI-Tim kesehatan dari Kabupaten Sarmi yang hendak melakukan evakuasi dan pertolongan terhadap warga yang sakit di pulau Liki Kabupaten Sarmi menggunakan speedboat 40 PK terpaksa harus meminta bantuan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Pos Sarmi untuk mengevakuasi mereka. Sebab, speed boat yang ditumpangi mesinnya mati di tengah laut antara Pulau Liki dan Pulau Armo Kabupaten Sarmi, Jumat (17/5).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Putu Arga Sujarwadi mengaku setelah mendapat laporan dari tim medis yang berada di dalam speedboat tersebut, pihaknya langsung bergerak melakukan evakuasi terhadap tim medis bersama warga masyarakat yang sakit.

“Iya benar ada tim medis mereka menggunakan speedboat ke pulau Liki untuk membawa warga yang sakit, tetapi ketika balik mesin speedboat mati, sehingga mereka meminta bantuan kami dan tim kami langsung menuju ke TKP dan berhasil melakukan evakuasi para tim medis dan warga yang sakit bersama keluarganya ke Sarmi,”jelasnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Jumat (17/5).

Kata Putu, dalam speedboat ada sekitar 10 orang yang terdiri dari tim medis, warga yang sakit dan keluarganya, sehingga pihaknya menggunakan RIB (Rigit Inflatable Boat) dan peralatan lainnya langsung ke TKP dan berhasil melakukan evakuasi terhadap tim medis bersama warga masyarakat yang sakit dan keluarganya.

“Cuaca memang tidak mendukung dan sedikit gelombang, tetapi evakuasi terhadap para medis dan warga yang sakit bersama keluarganya berhasil kami lakukan dan semua berjalan dengan aman dan lancar,”katanya.

Dia, berharap warga selalu berhati-hati saat hendak menggunakan speedboat dan perahu ketika mencari ikan ke laut, karena gelombang dan arus bisa membahayakan nyawa warga masyarakat. (bet/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *