Untuk Transportasi Selama PON XX, ini Usulan MTI

Pertemuan MTI Papua bersama Pemkot Jayapura dan beberapa pihak terkait lainnya yang membahas persiapan transportasi pada saat pelaksanaan PON ke XX tahun 2020 di ruang rapat Bappeda Kota Jayapura, Selasa (14/5) kemarin. 

JAYAPURA- Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Provinsi Papua ikut memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan arus transportasi, terutama pada saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX tahun 2020 di Provinsi Papua nantinya.

MTI Papua terus membangun komunikasi, sekaligus memberikan masukan-masukan yang kontsruktif atau membangun kepada berbagai pihak, terutama pemerintah daerah (pemda) di Provinsi Papua dalam rangka mencegah kemacetan arus lalulintas di jalan raya pada saat pelaksanaan PON ke XX tahun 2020 mendatang.

Ketua MTI Provinsi Papua, Petrus Bachtiar, ST, MT, mengungkapkan bahwa MTI mempunyai tanggungjawab dalam memberikan masukan dan saran dalam rangka mengantisipasi kemacetan pada saat pelaksanaan PON ke XX tahun 2020 mendatang di Papua.

Menurut Bachtiar, saat ini saja hampir di beberapa wilayah, terutama di Kota dan Kabupaten Jayapura arus transportasi sudah sangat padat dan dibeberapa tempat terjadi kemacetan yang sangat luar biasa. Hal ini perlu segera diantisipasi, terutama pada saat PON ke XX tahun 2020 mendatang di Papua.

“Kita dari MTI melihat saat ini saja sudah macet kendaraan yang sangat luar biasa di beberapa tempat, walaupun kita lihat pemerintah sudah melebarkan jalan, tetapi tetap saja tidak akan menyelesaikan masalah kemacetan. Maka kami sudah memberikan beberapa masukan dan saran kepada pemerintah, sehingga kemacetan dapat diatasi, terutama pada saat PON 2020 mendatang,” ungkapnya, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Selasa (14/5).

Kata Bachtiar, salah satu peradaban kota dapat tercermin dari atas jalan raya. Oleh karena itu, perlu persiapan dan kesiapan yang matang dalam mengatasi kemacetan di jalan raya pada saat PON 2020 di Papua. Sehingga ketika tamu yang datang merasa nyaman dan memberikan kesan yang positif terhadap arus transportasi di Papua.

“Ini bentuk dari peran aktif kami dalam kesuksesan sektor transportasi saat PON nanti, mengingat peradaban satu kota dapat dilihat dari atas jalan raya,” kata dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Cenderawasih ini.

Dia, menyatakan dengan keterbatasan kapasitas jalan di Papua justru dituntut untuk siap memikul beban volume kendaan yang singnifikan bertambah, sehingga hanya dengan pengelolaan yang tepat dan bijak kondisi kemacetan atau krodit parah dapat terhindar. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *