Tanpa STR Tenaga Medis Bisa Ikuti Tes CPNS

drg. Aloysius Giyai, M.Kes. (Gratianus Silas/Cepos)

Drg. Aloysius Giyai, M.Kes    (Takim/Cepos)

JAYAPURA – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aloysius Giyai mengakui bahwa seluruh tenaga medis yang ada di Provinsi Papua tetap bisa mengikuti seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 bidang kesehatan walau tak miliki Surat tanda Regristasi (STR).

“untuk tahun ini persyaratan STR tersebut kami off kan sementara khusus untuk Papua guna untuk mengakomodir sejumlah lulusan kesehatan yang ingin menjadi PNS,” jelas Aloysius ke awak media di Abepura, Rabu (15/05).

Dimana STR sendiri merupakan bukti tertulis diberikan pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompentensi dalam hal ini kemapuan yang bersangkutan sudah teruji dan layak untuk sehingga umumnya STR menjadi syarat bagi peserta yang ingin mengikuti PNS bidang kesehatan.

“Yang kami off kan sementara ini bukan berarti mereka tidak mengurus STR, namun setelah lulus tes PNS kami pastikan mereka untuk mengurus STR tersebut,”jelasnya.

Kebijakan tanpa STR tersebut merupakan usulan Dinas Kesehatan Provinsi Papua melalui Gubernur Provinsi Papua yang dikirm ke Menpan, BKN dan Kementerian Kesehatan hingga kebijakan tersebut dikebaulkan.

“diharapkan bagi masyarakat Papua untuk bisa memanfaatkan kebijakan tersebut sehingga diharapkan untuk dimanfaatkan dengan baik,”ujarnya.

Dimana untuk pembukaan pendaftaran formasi Kesehatan melalui sistem online telah dibuka sejak Rabu (15/0) siang hingga Jumaat (17/5) tepatnya pkl 23:00 WIT. Dirinya mengakui bahwa penghapusan syarat STR ini dilakukan karena melihat banyaknya Orang Asli Papua (OAP) yang belum memiliki STR.

“Hampir 80 persen bidang formasi kesehatan di Papua belum ada STR , itu artinya peluang untuk daftar sudah terbuka, bukan OAP saja, tapi termasuk saudara-saudara yang ada di Papua juga sama,” paparnya.

Aloysius berharap pemerintah bisa lebih memberikan perhatian kepada calon pendaftar CPNS dibidang kesehatan agar standart tenaga kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit hingga ke pelosok bisa terpenuhi.

“kenapa diprioritaskan, karena saat ini Dinas Kesehatan membutuhkan kurang lebih 38.000 tenaga medis, namun saat ini baru memiliki sekitar 24.000 orang maka kami minta perhatian khusus,” tutupnya.(kim/gin).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *