Sidang Praperadilan Kasus Pemerkosaan Kapolres Merauke

Lima Saksi yang dihadirkan  oleh pemohon dalam lanjutan sidang Praperadilan Polres Merauke, di Pengadilan Negeri Merauke. Hanya saja, dari 5  orang yang dihadirkan  tersebut, termohon menolak 4 orang yang dihadirkan pemohon karena memiliki hubungan keluarga dekat dengan  pemohon. (Sulo/Cepos)

MERAUKE- Sidang praperadilan   terhadap Kapolres Merauke  terkait dengan  penangkapan dan  penetapan tersangka pemerkosaan  terhadap seorang gadis di Buti Kelurahan Samkai-Merauke   beberapa waktu lalu  masih berlanjut  di Pengadilan Negeri Merauke. Sidang praperadilan  disidangkan dengan Hakim Tunggal  Rizki Yanuar, SH, MH.

    Lanjutan   sidang  yang digelar Rabu (15/5)   itu   dimana pemohon  LMG  melalui Kuasa Hukumnya  Edward D. Sakthi, SH, dari Lembaga Bantuan Hukum Pelita  Kasih dan termohon Polres Merauke  masing-masing  mengajukan  bukti -bukti administrasi.   Selain  itu, pada sidang  tersebut juga    termohon dan  pemohon mengajukan saksi-saksi. Diawali dengan   pemohon  yang mengajukan  5 saksi.   

   Hanya saja,    termohon  keberatan  karena  saksi  yang diajukan tersebut masih memiliki  hubungan keluarga  dengan  prinsipal  atau  pemohon.  Sehingga  hanya satu dari 5 orang yang diajukan tersebut diambil sumpahnya.     Sebelum  dilanjutkan,  Hakim Tunggal    Rizky Yanuar bertanya kepada   ke-4 orang yang memiliki  hubungan keluarga dengan  pemohon apakah menolak sebagai saksi   namun  keempatnya  menolak  untuk mundur.

   “Kita dengar  keterangannya  tapi kalau  tidak bersesuaian antara  satu dengan yang lainnya kita tidak pakai,’’ katanya.

  Karena    menolak mundur, maka keempat  orang yang diajukan  tersebut  tidak disumpah  sebagai saksi meski  dimintai   keterangan. Sementara dari pihak   termohon   dalam hal ini  Polres Merauke  mengajukan  4 saksi dimana  2 saksi diantaranya  merupakan personel yang  melakukan penangkapan  terhadap LMG, sedangkan 2 saksi  lainnya adalah penyidik yang melakukan  pemeriksaan dan pemberkasan terhadap LMG.    Setelah pemeriksaan aksi tersebut, maka sidang selanjutnya akan dilanjutkan  dengan kesimpulan.

    Kasus praperadilan ini  terkait dengan penangkapan LMG   yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang  gadis berinisial  AN.  Dimana saat itu, korban yang baru tiba di rumah setelah perjalanan jauh dari Jawa,  kemudian baring-baring sambil main HP. Tiba-tiba    pelaku  yang menggunakan topeng mengancam korban dengan parang  untuk melayani nafsu bejatnya. Setelah memperkosa korban, pelaku kemudian merampas HP dan uang korban kemudian kabur.   (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *