Mengintip Pengamanan Wilayah  Rawan Kriminal di Kota Wamena

Aktifitas di Pasar Wouma Kabupaten Jayawijaya yang jadi salah satu kawasan yang  dipetakan rawan oleh Polres Jayawijaya, Rabu (15/5). (Denny/cepos)

Bentuk Tim Khusus dan Tempatkan Personel di Daerah Merah

Polres Jayawijaya mulai memetakan tiga wilayah rawan kriminal dalam Kota Wamena, yakni Pasar Jibama, Pasar Sinakma dan Pasar Wouma. Sebab, dalam beberapa hari terakhir tiga pasar ini terjadi beberapa kasus kriminal sehingga aparat keamanan akan ditempatkan di sana setiap hari. Lantas bagaimana upaya mengatasinya?

Laporan: Deni Tonjau_Wamena

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Polres Jayawijaya AKP. Suheriadi menyatakan bahwa dalam bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri, kepolisian akan terus melakukan pengamanan terutama dalam wilayah yang dianggap zona merah dalam Kota Wamena, karena itu Polres akan menempatkan personel di  daerah yang sering terjadi kriminal ini.

  “Kami sudah melakukan pemetaan untuk daerah rawan kriminial seperti Pasar Jibama, Pasar Wouma dan Pasar Sinakma. Ini akan ada anggota di sana untuk melakukan pengamanan sekaligus membantu meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk membantu menangkap para pelaku kejahatan.” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (15/5) kemarin.

  Menyikapi masalah kriminal yang tinggi, Polres Jayawijaya telah membentuk Tim Crime Serse untuk ditempatkan di sejumlah titik.  Mereka tidak hanya ada di pos saja tetapi di tiga pasar ini dan radius sekitarnya  yang masuk  zona merah kriminalitas dan juga pelintasan yang sering dilalui  jambret.

  “Tidak menutup kemungkinan 3 pasar ini adalah lokasi penjualan atau transasksi barang -barang curian seperti hp, laptop dan lain -lain secara gelap.”ujarnya.

  Kasat reskrim mengaku kehadiran anggota baik secara terbuka maupun yang menyamar disitu, bisa  menguatkan mental masyarakat sehingga merasa nyaman dan diharapkan  bisa membantu menangkap pelaku kejahatan. “Selama ini   saat ada kejadian kriminal, masyrakat  langsung takut dan masing -masing bersembunyi. Kami harapkan kehadiran kami bisa membantu masyarakat lebih yakin dan bisa membantu menangkap pelaku kejahatan,”bebernya

  Menurutnya,Dalam bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran itu ekskalasi kriminalitas itu meningkat dan incarannya adalah uang dan barang berharga karena tidak menutup kemungkinan untuk memenuhi kebutuhannya para hari raya, pihaknya dari kepolisian telah merapatkan sebuah strategi untuk dua kegiatan untuk melakukan pengamanan.

“Strategi pertama patroli berseragam, itu akan dikomandani oleh lalu lintas dan sabara gabungan melakukan patroli pagi hari saat masyarakat sibut dan sifatnya bersinggungan, atau saling mengkafer wilayah,”jelasnya

  Patroli saling mengkafer di wilayah ini, kata Suheriadi, diharapkan dapat memperkecil ruang gerak dari para pelaku kejahatan jalanan. Dimana akan diskenariokan agar tidak ada kekosongan waktu yang dilalui oleh mobil patroli kepolisian,  sehingga tidak ada yang melakukan kejahatan jalanan seperti pencurian dengan kekerasan yang marak terjadi di Wamena saat ini.

   Selain itu, patroli ini dinamakan Blue Ligth patrol yang dilakukan pagi dan malam, sedangkan untuk sore hari dinamakan patroli Ngabuburit (jalan santai sore sebelum buka puasa) ini untuk patroli berseragam sehingga diharapkan calon pelaku kejahatan ini kalau melihat lampu biru dari mobil patroli juga bisa ciut nyalinya untuk melakukan tindakan kriminal.(*/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *