Bashori dan Siti Terbukti Merencanakan Pembunuhan

Terdakwa Bashori  divonis  20 tahun penjara. (Sulo/Cepos)

MERAUKE- Dua pelaku pembunuhan terhadap Aiptu Ramin,   yakni istri korban  sendiri bernama Siti Solikah dan pacar gelap dari Siti Solikah bernama Basori dinyatakan  terbukti secara sah dan meyakinkan  melakukan pembunuhan  berencana,  sesuai pasal 340 KUHP.

    Sidang putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Merauke,  Rabu (15/5) kemarin,  dipimpin wakil Ketua Pengadilan Negeri Merauke  Natalia Maharani, SH. M.Hum dengan hakim anggota masing-masing Korneles Waroi, SH dan Rizki Yanuar, SH, MH.

   Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyatakan  terdakwa Siti Solikah  dijatuhi hukuman  selama 19 tahun penjara sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Pieter Louw, SH sebelumnya. Sementara    untuk terdakwa  Bashori, dijatuhi hukuman  selama 20 tahun  lebih tinggi 1  tahun dari tuntutan JPU sebelumnya.

   Dalam sidang yang dihadiri sejumlah keluarga korban  itu, putusan ini diawali dengan  dengan sidang terdakwa Siti Solikah. Setelah pembacaan putusan selesai, dilanjutkan dengan sidang terdakwa Bashori. Kedua terdakwa  didampingi  Penasihat Hukum  Terdakwa, Evi Ernawati Kristina, SH.

    Dalam sidang ini terungkap  bahwa  pembunuhan ini dipicu  oleh korban yang sering memarahi dan memukul  terdakwa Siti Solikah dan   telah beberapa  kali  terdakwa Siti Solikah  minta cerai,  namun  korban  tidak mau. Setelah   terdakwa  Siti Solikah bertemu dengan terdakwa Basori  yang tak lain teman lama sekolah, kemudian   Siti Solikah curhat  atas apa yang dialami  terdakwa selama hidup bersama korban.

  Akhirnya  benih-benih cinta  kembali   bersemi.   Tedakwa  Siti Solikah menjalin hubungan  asmara secara sembunyi-sembunyi. Bahkan terdakwa Bashori sering ke rumah   terdakwa Siti Solikah dan melakukan hubungan layaknya suami istri jika  korban Aiptu Ramin tidak ada di rumah.

   Pada sore hari sebelum kejadian,   terdakwa Siti Solikah menghubungi  terdakwa  Basori  untuk melakukan rencana kedua  terdakwa tersebut terhadap  korban Ramin. Yang oleh  pertimbangan    hakim bahwa masih ada waktu yang cukup bagi terdakwa Siti Solikah  untuk  membatalkan  niatnya tersebut. Namun sekitar pukul 03.00 WIT  dinihari, terdakwa  Siti Solikah menghubungi terdakwa Basori  untuk segera datang setelah mempersiapkan  hammer atau palu-palu seberat  5 kg. dan sekitar pukul  04.00 pagi,  terdakwa  Basori  datang ke rumah korban dan saat itu pintu rumah  sudah dibuka oleh terdakwa Siti Solikah.   Kemudian  terdakwa  Basori memukul kepala  bagian belakang korban yang menyebabkan korban meninggal, setelah sempat dirawat di rumah sakit.

  Atas putusan ini, kedua terdakwa   menyatakan pikir-pikir. Begitu juga   JPU menyatakan pikir-pikir  atas putusan tersebut. Sementara itu, Nurdin,  adik korban  yang sejak  sidang digelar selalu mengikuti sampai putusan  mengaku puas karena menurutnya, putusan Majelis Hakim sesuai dengan harapan keluarga korban. ‘’Kami merasa puas dengan putusan  Majelis Hakim  ini karena seusai denan harapan kami keluarga korban,’’ pungkasnya.  (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *