Tokoh TRWP dan Pengikutnya Diamankan

JAYAPURA- Satu Tokoh Tentara Revolusi West Papua (TRWP) beserta 7 orang simpatisan diamankan Satuan Tugas Pengamanan Pebatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH saat melewati pos penjagaan Pos Kotis Satgas Yonif PR 328/DGH, Minggu (12/5).

Adapun delapan orang tersebut yakni MW (50) sebagai pimpinan rombongan serta pengikutnya yakni YT (40), MW (27), EW (49), HT (40) FW (46) dan BU (46).

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) menjelaskan, penangkapan bermula saat rombongan simpatisan TRWP tersebut melintasi Pos Penjagaan Satgas.

“Mereka datang dari arah PNG menuju Jayapura, dan saat akan melewati Pos Penjagaan dilakukan protap pemeriksaan rutin oleh Danru jaga provost bernama Sertu Iwan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sebuah kartu identitas anggota TRWP di dalam tas,” jelasnya dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Senin (13/5).

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam di Pos Kotis Satgas, diketahui bahwa salah satu simpatisan TRWP merupakan tokoh penting dari TRWP yang mengklaim berpangkat mayor jenderal.

“Saat kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan dokumen-dokumen kegiatan dari organisasi ini yang dilakukan di PNG seperti KTA TRWP, Laptop yang berisi video kegiatan TRWP serta dokumen tertulis lainnya. Salah satunya merupakan tokoh penting organisasi ini sebagai penggalang dana untuk mendukung kegiatan-kegiatan organisasi mereka,” bebernya.

Dansatgaspun mengarahkan kepada para simpatisan TRWP tersebut agar kembali kepada NKRI dan apa yang mereka lakukan selama ini salah, “Kami berikan pemahaman bahwa Papua adalah bagian Indonesia, dan Pemerintah sudah berupaya untuk memajukan Papua,” katanya.

Terkait dengan barang bukti laptop yang diamankan, Erwin menyebutkan laptop tersebut berisi foto-foto dan video kegiatan-kegiatan dari organisasi tersebut. Pihaknya akan mendalami bukti-bukti yang ada dan akan berkoordinasi dengan satuan atas untuk ditindaklanjuti.

“Atas perintah Pangdam XVII/Cenderawasi Mayor Jenderal TNI Yosuha Pandit Sembiring, saat ini seluruh tersangka berikut barang buktinya telah diserahkan ke Polda Papua untuk penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya. (fia/nat)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *