Ditabrak Mobil, Pasutri Tewas

Motor Slip, Pelajar Tewas Tabrak Taksi

JAYAPURA-Ferdinandus (46) pengendara sepeda motor amaha Jupiter Z DS 5325 AF yang berboncengan dengan istrinya Emmy Ode Balo (43) tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Abepura tepatnya di tikungan Mata Kucing, Skyland, Distrik Jayapura Selatan, Kamis (2/5) sekira pukul 05.50 WIT.

Pasutri ini tewas setelah motor yang dikendarai ditabrak mobil Toyota Kijang Kapsul DS 1635 AE yang dikemudikan IN (25).

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres Jayapura Kota Iptu Jahja Rumra menyebutkan, kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Pasutri ini diduga akibat kurang hati-hatinya pengemudi mobil Kijang Kapsul DS 1635 AE saat mengemudikan mobilnya.

“Kurang konsentrasi pengemudi Kijang Kapsul sehingga panik dan tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya pada saat jalan licin akibat hujan,” jelas Jahja Rumra yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (2/5).

Menurut Jahja, kedua korban tewas lantaran luka yang cukup serius. Dimana korban Ferdinandus Ngarang mengalami luka lecet, luka di lutut kaki kanan dan kiri dan meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara.

Sementara istrinya Emmy Ode Balo mengalami luka di bibir di bagian bawah dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara.

Jahja menerangkan, awalnya mobil Kijang Kapsul DS 1635 AE yang dikendarai IN datang dari arah Abepura tujuan ke arah Jayapura. Sesampainya di tikungan Mata Kucing Skyland, pengemudi mobil kaget karena ada sepeda motor yang datang dari arah berlawanan mendahului kendaraan yang ada di depannya.

Diduga panik, pengemudi membanting stir mobil ke kiri jalan dan tiba-tiba membanting stir mobil ke kanan jalan. Saat mobil dibanting ke kanan jalan, pengemudi tidak dapat mengendalikan mobil sehingga menabrak sepeda motor Yamaha Jupiter Z DS 5325 AF yang bergerak dari arah Entrop menuju Abepura.

“Karena jarak yang sudah begitu dekat, sehingga kecelakaan lalu lintas jalan tidak bisa dihindari lagi. Akibat kecelakaan lalu lintas jalan tersebut pengendara dan penumpang Sepeda motor Yamaha Jupiter Z DS 5325 AF meninggal dunia di Rumah sakit Bhayangkara,” terangnya.

Mobil Kijang Kapsul DS 1635 AE bersama pengemudinya IN sudah diamankan di Polsek Jayapura Selatan. “Pelaku diamankan untuk dimintai keterangannya. Sementara kerugian diperkirakan mencapai Rp 10 juta,” pungkasnya.

Tidak lama kemudian, sekira pukul 13.30 WIT., Jalan Raya Abepura-Entrop kembali memakan korban jiwa tepatnya di turunan kantor Otonom Provinsi Papua di Kotaraja, Distrik Abepura.

Dari data yang dihimpun Cenderawasih Pos, seorang pelajar bernama Jefri Anto (14) dilaporkan tewas setelah tubuhnya menabrak mobil Starwagon di di turunan Kantor Otonom Kotaraja. Korban yang tinggal di Perumahan Jaya Asri, Entrop, Distrik Jayapura Selatan ini sempat dilarikan ke RS Bhayangkara namun nyawanya tak tertolong.

Dari luka yang dialami, Polisi mencatat korban mengalami luka memar di kepala belakang, keluar darah dari mulut, robek di tangan kiri, lecet di lutut kaki kiri, robek di paha kanan dan patah kaki kanan.

Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Abepura, AKP Clif Gerald menyebut bahwa kecelakaan terjadi sekira pukul 13.30 WIT. Dimana korban mengendarai motor Honda CBR 150 dengan nomor Polisi PA 3387 RO melaju dari arah Entrop menuju Kotaraja dengan kecepatan cukup kencang. Nah pada saat melewati tikungan di turunan Otonom Kotaraja, pengendara motor tidak dapat mengendalikan kendaraannya sehingga mengalami selip dan tergelincir.

Pada saat tergelincir itulah Jefri terlempar ke tengah jalan jalur kanan jika dilihat dari arah datangnya motor kemudian membentur Mobil Mitsubhisi L300 DS 7767 AC yang datang dari arah Abepura tujuan Jayapura. “Jadi korban dari arah Entrop menuju Abe kemudian tergelincir dan terlepas dari motor kemudian berbenturan dengan mobil dari arah berlawanan. Lukanya cukup parah dan akhirnya meninggal di rumah sakit,” jelas Clif Gerald.

Mobil Starwagon menurut Clif Gerald dikemudikan AK (39) yang tidak menyangka akan terjadi kecelakaan. “Tadi semua sudah didata dan jenazah sudah diambil pihak. Kalau kami simpulkan ini terjadi karena kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor saat mengendarai kendaraannya dengan kecepatan cukup kencang pada saat kondisi jalan basah setelah hujan,” imbuhnya. (fia/ade/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *