Citilink Lakukan Uji Coba YIA

Senin Depan Siap Buka Penerbangan Komersil

YOGYAKARTA – Citilink kemarin (2/5) melakukan proving flight atau uji terbang pesawat ke Bandara Internasional Yogyakarya (YIA). Tindakan itu dilakukan dalam rangka penerbangan komersial perdana yang rencananya dilakukan Senin nanti (6/5). Uji coba dillakukan denganpesawat Airbus A-320-214 dari Bandara Soekarno Hatta (CGK) di Tangerang.

Pesawat dengan nomor penerbangan WG3361 tersebut mendarat di landasan pacu YIA pada 12.03. Pesawat tersebut tidak lama berada di Jogjakarta. Pukul 13.40, Citilink kembali bertolak ke CGK. Uji coba dipimpin oleh Capt Agus Setiono dan didampingi Capt Teguh Kristiono dan Capt Ali Imron.

Proving flight meripakan proses uji operasional guna memastikan kesiapan maskapai untuk mengoperasikan sebuah rute baru. ”Kesuksesan proving flight ini merupakan milestone dari pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta,” kata Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero) Lukman F. Laisa. Hal ini membuktikan kesiapan infrastruktur sisi udara Bandara Internasional Yogyakarta untuk pengoperasian penerbangan komersial.

Rencananya setelah proving flight ini berlangsung, Citilink akan mengoperasikan rute penerbangan komersial ke Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP) sebanyak tiga kali seminggu. Selain Citilink, penerbangan komersial akan dilakukan oleh Batik Air pada 15 Mei dengan tujuan Samarinda, Palangkaraya, dan Cengkareng.

Sertifikat Bandara Internasional Yogyakarta sudah terbit pada 26 April lalu. Sertifikat tersebut bernomor 149/SBU-DBU/IV/2019 dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bandar Udara (DJBU) Kementerian Perhubugan.

YIA memiliki fasilitas sisi udara (airside) yang sudah siap 100 persen. Panjang runway 3.250 meter, lebar 45 meter, dan shoulder (bahu runway) 15 meter di setiap sisi. Spefisikasi runway ini mampu didarati pesawat berbadan besar seperti Boeing 777-300 dan Airbus A380. ”Adapun fasilitas Penyelamatan Kecelakaan Pesawat – Pemadam Kebakaran (PKP-PK) di YIA masuk ke dalam Kategori 8,” ungkapnya.

Di sisi darat (landside), terdapat terminal seluas 12.900 meter persegi yang sudah dapat digunakan. Total luas terminal seluas  210.000 meter persegi yang akan full operation akhir 2019 nanti.

General Menejer YIA Agus Pandu Purnama sebelumnya mengatakan bahwa bandara yang berada di Kabupaten Kulonprogo itu siap untuk didarati penerbangan domestik dan internasional. Spesifikasi runway yang sudah ada menurutnya mampu dilandasi pesawat berbadan besar.

”Dengan segala kesiapan fasilitas YIA, sesuai dengan standar keselamatan dan keamanan penerbangan global. Kami mengundang maskapai untuk membuka rute baru dari dan menuju YIA,” ujarnya. (lyn/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *