Rekrut CPNS Harus Utamakan Kualitas, Hindari KKN

Kornelis Yanuaring. Robert Mboik Cepos

SENTANI- Wakil ketua DPRD Jayapura Korneles Yanuaring mengapresiasi kebijakan pemerintah yang telah membagi kuota penerimaan CPNS 2019 yakni sebanyak 80 persen orang asli Papua (OAP)dan 20 persen untuk non OAP. Namun demikian, yang patut menjadi catatan bagi penyelenggara adalah, rekrut CPNS 2019 itu tetap mengedepankan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan harus menghindari praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Soal 80% dan 20% kita sepakat. Namun yang perlu diingat adalah kualitas sumber daya manusia itu harus menjadi nomor satu,” kata Korneles Yanuaring kepada wartawan di Sentani, Jumat (27/4).

Dikatakan, apabila dalam proses seleksi itu mengabaikan hal tersebut maka akan dipastikan berdampak terhadap kinerja dari setiap ASN itu saat melaksanakan tugasnya nanti.

“Sebab kalau tidak akan berdampak terhadap kinerja kedepannya, masyarakat akan jadi korban,” katanya lagi.

Korneles juga menyoroti kinerja setiap ASN yang selama ini bertugas di daerah pinggiran hingga daerah pedalaman. Dia menyebut, berdasarkan pantauan dewan, masih terdapat sejumlah ASN yang tidak menjalankan tugasnya di tempat tugas khusus didaerah yang pinggiran dan pedalaman. Sementara disisi lain, ASN itu sudah diberikan gaji dan tunjangan oleh negara yang cukup besar. Seharusnya, tugas dan tanggung jawab terhadap pekerjaan itu harus dilakukan.

“Kami dari dewan ini sebenarnya sudah bosan mau soroti masalah ini, sudah berulang kali. Tapi, yang terjadi saat ini masalah yang sama masih sulit diatasi,” tandasnya.

Untuk itu dia meminta kepada bupati Jayapura, agar lebih tegas dalam menerapkan aturan bagi ASN yang bertugas. Lanjut dia, ASN sudah mempunyai aturan dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu pemerintah juga tentu sudah mempunyai landasan aturan dalam menegakan aturan bagi setiap ASN yang melanggar aturan itu.

“Undang-undang ASN itu jelas, jadi kalau pemeritah mau tegakan aturan harus sesuai dengan undang-undang yang ada,” tambahnya.(roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *