Ada Kekuatan uang yang Mengantarkan Seseorang Duduki Kursi Legislatif 2019? 

Robert Mboik Cepos
Kantor Bawaslu Kabupaten Jayapura Jayapura

SENTANI-Pesta demokrasi pemilihan umum 2019 sudah terlaksana pada, Rabu (17/4), lalu. Dengan berakhirnya pemilihan Legislatif (Pileg)  ini,  tentu lebih banyak yang gagal dibandingkan yang berhasil.  Dari jumlah calon legislatif yang terdaftar sangat beda jauh dengan kuota legislatif yang dibutuhkan.

Persaingan begitu ketat bukan tidak mungkin segala cara pun akan dilakukan.

Ada indikasi bahwa pesta demokrasi kali ini sarat aksi pelanggaran, mulai dari dugaan jual beli formulir C6 hingga bagi-bagi uang secara terang-terangan. Hal inipun mulai merebak pasca penyelenggaraan pemilu itu berlangsung dan bahkan tidak sedikit yang menuai kecaman.

“Yang akan duduk dan terpilih menjadi anggota dewan kali ini adalah mereka yang punya uang. Artinya yang tidak punya duit harus lengser alias kalah,” ungkap Anggota DPRD Jayapura, Korneles Yanuaring kepada wartawan di Sentani, Jumat (26/4), kemarin.

Kondisi inipun menguji kredibilitas dan independensi dari lembaga pengawas pemilu itu. Apakah mereka tegas untuk mengusut indikasi kecurangan selama proses penyelenggaraan pemilu kali ini, ataukan memilih bungkam atau diam tanpa ada kejelasan.

“Makanya kita belum bisa bicara dan menilai lembaga itu (Bawaslu) apakah mereka bekerja atau tidak. Yang pasti kita menunggu apakah mereka selesaikan dugaan money politik dan indikasi jual beli c6 itu. Itu yang kita tunggu,”katanya.

Bahkan ia juga menyebut, pemilu kali ini merupakan yang terburuk karena indikasi pelanggaran marak terjadi. Itu sebabnya, lembaga berwenang seperti Bawaslu yang didalamnya ada Gakumdu harus bekerja maksimal untuk memastikan dan mengusut dugaan pelanggaran selama proses dan tahapan penyelenggaraan pemilu yang besar ini agar berjalan sesuai harapan masyarakat.

“Petugas KPPS sudah bekerja keras, mereka luar biasa membantu melancarkan penyelenggaraan kegiatan besar ini, tapi kerja dan tanggung jawabnya tidak dihargai secara adil” katanya.(roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *