Di Merauke, Jadwal Penerimaan CPNS Molor

Sekda Pauta: Kita Tunggu Setelah Gubernur Menemui Presiden

MERAUKE- Rencana  pendaftaran penerimaan CPNS  di Papua  yang rencananya dimulai sejak Senin (22/4) kemarin  ternyata molor  lagi.  Pasalnya, hingga saat ini   belum ada tanda-tanda pendaftaran   CPNS   yang  dilakukan Pemerintah Kabupaten Merauke. Padahal, para pencari kerja   khususnya  yang memiliki cita-cita dan harapan   sebagai ASN  telah menyiapkan segala sesuatunya   yang dibutuhkan saat pendaftaran.

   Sekretaris Daerah  Kabupaten Merauke Drs Daniel Pauta terkait  pendaftaran penerimaan CPNS tersebut mengungkapkan  bahwa sesuai dengan jadwal yang  diterima sebelumnya bahwa  pendaftaran tersebut dimulai  pada 22 April. Namun  karena keadaan di daerah tidak demikian. “Contoh di Jayapura kemarin, pemilu tertunda dan itu juga ikut mempengaruhi   kegiatan ini di daerah. Yang penting   daerah     kita kondusif,’’  jelas Sekda.

      Menurut Sekda, sementara  ini Gubernur Papua bersama bupati Merauke sedang berada di Jakarta  karena dipanggil  Presiden. ‘’Mudah-mudahan setelah   balik   itu sudah ada  petunjuk untuk itu,” katanya.

    Sekda Pauta mengatakan bahwa  sebelumnya    pendaftaran  penerimaan CPNS  tersebut akan dilakukan secara offline. ‘’Tapi mau tidak mau , suka tidak suka   harus kita  jalani dengan sistem online. Tapi mungkin akan ada kebijakan   lain. Jadi kita tunggu dari pak Gubernur. Karena kita   sendiri di daerah tidak bisa mengambil kebijakan sendiri. Jadi kita tunggu dari pimpinan atas. Tapi pasti ada jalan keluar    untuk itu,’’   terangnya.   

   Jika  pendaftaran  penerimaan CPNS   tersebut dilakukan secara online, lanjut Sekda Daniel Pauta, pihaknya sudah mempersiapkan   Laboratorium  Komputer  untuk pelaksanaan pendaftaran dan  testing CPNS secara online tersebut.”Kita sudah siapkan Laboratorium Komputer pada SMAN I Merauke dan SMKN 2 Merauke. Masing-masing  150 unit  kompeter,’’ jelasnya.

Untuk     Kabupaten Merauke, kuota yang diberikan   oleh pusat sebanyak 300 formasi  yang menurut Sekda Pauta akan lebih  banyak pada tenaga guru dan kesehatan. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *