Pemuda dan Umat Kristiani se-Kota Jayapura Jangan Golput

Priyadi/Cepos

SUKSESKAN PEMILU-Ketua GKI Klasis Port Numbay Pdt.Carles H.Mano, didampingi Ketua FGM GKI Port Numbay Daniel Mano, saat menyampaikan keterangan perss, tentang ajakan Jangan Golput dan Suksesnya Pemilu di Kota Jayapura, Selasa(16/4).

Dari imbauan GKI Klasis Port Numbay dan FGM GKI Port Numbay

JAYAPURA-Ketua GKI Klasis Port Numbay Pdt. Carlos Mano, didampingi Ketua Forum Generasi Muda GKI Port Numbay Daniel Mano, mengimbau kepada seluruh pemuda dan umat Kristiani se-Kota Jayapura, untuk tidak Golput dalam Pemilu 2019.

“Kita harap tangga 17 April 2019, pemuda dan umat kristiani di Kota Jayapura gunakan hak pilihnya, dengan mendatangi TPS masing-masing,”ungkap Pdt. Carles Mano, yang juga Pembina Asosiasi Pendeta di Kota Jayapura, Selasa(16/4)kemarin.

Pdt. Carles Mano juga mengimbau kepada masyarakat, jika ingin melakukan rekreasi pada tanggal 17 April 2019, sebaiknya diuruilngkan terlebih dahulu, setelah melakukan hak pilihnya, setelah itu, boleh melakukan kunjungan atau kegiatan lainnya.

Dan diharapkan, jika sudah dilakukan pencoblosan, akan dilakukan pungut hitung surat suara, apapun hasilnya akan diterima dengan baik, karena ini sudah bagian dari demokrasi yang dilakukan olek rakyat.

“Saya juga menegaskan lagi, kepada warga Kota Jayapura, dalam Pemilu, warga jangan melakukan Miras, supaya tidak mengganggu jalannya Pemilu serentak, baik yang konsumsi Miras jangan mengganggu yang datang di TPS-TPS,”imbuhnya.

Diakuinya, perjuangan masyarakat dalam menggunakan hak pilih, sangat penting, sebagai warga negara yang baik. Sehingga, dalam memilih diminta, agar bisa memilih orang yang berintegritas, jujur, adil, baik dan merakyat jangan sekedar mengumbar janji politik, yang berkopeten agar, bisa memperjuangkan hati rakyat.

Ditempat yang sama, Ketua FGM GKI Port Numbay, Daniel Mano, menambahkan, Pemilu di Kota Jayapura harus sukses, aman, damai dan berintegritas, apalagi Kota Jayapura sebagai barometernya di Tanah Papua sebagai daerah ufuk timur Indonesia, tentu warga harus wajib gunakan hak pilih, tidak Golput dan tolak politik uang.

Daniel Mano, juga mengingatkan, kepada pihak penyelenggara Pemilu, harus bekerja dengan jujur, bermartabat serta berintegritas, jangan main mata dengan para Caleg dan diminta Bawaslu dalam bekerja harus maksimal, obyektif dan tegas.

“Terkait dengan adanya instruksi Wali Kota soal pengaturan penjualan Miras, termasuk jam operasional Tempat Hiburan Malam (THM), karaoke, panti pijat dan lainnya dalam rangka hari tenang Pemilu, maupun perayaan jelang Paskah, maka instruksi ini harus dijalankan masyarakat dengan baik, karena jika melanggar tentu akan ada sanksi tersendiri,”tandasnya.(dil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *