Waktu Pencoblosan,  Toko dan Kios Wajib Ditutup

Danlanud Marsma TNI Fajar Indrayanto bersama dengan Bupati Herry Ario Naap, S.Si, M.Pd ketika menyerahkan dua bantuan motor sampah yang diserahkan kepada SMPN 2 Biak Kota dan Kampung Mandouw, di Lapangan Cenderawasih, Senin (15/4) kemarin. Fiktor/Cepos

BIAK-Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melarang semua toko dan kios buka pada saat pemungutan suara tanggal 17 April 2019. Setiap kios dan toko wajib ditutup dari pagi hingga dengan pukul 13.00 WIT atau setelah semuanya pelaksanaan pemungutan suara di masing-masing TPS telah ditutup.

  Jika ada toko atau kios tetap dibuka pada saat pemungutan suata maka pemerintah daerah akan mengambil tindakan tegas dengan mencabut izin usaha pemilk tempat usaha tersebut. Larangan untuk menutup tempat jualan toko atau kios dibuat dalam bentuk edaran Bupati Biak Numfor dan wajib untuk diperhatikan dan diikuti.

  “Masyarakat diminta tetap berbondong-bondong datang ke TPS memberikan hak suaranya, karenanya semua tempat usaha seperti toko, kios dan tempat usaha lainnya supaya ditutup. Ini perlu menjadi perhatian serius dan jika ada yang tidak memperhatikannya akan diberikan sanksi tegas,” kata Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd kepada wartawan, kemarin.

  Ditegaskan, bahwa semua masyarakat diminta tetap mendukung kebijakan pemerintah dan datang berbondong-bondong ke TPS untuk memberikan hak suaranya. Pemerintah Kabupaten Biak Numfor sendiri menargetkan 80 % partisipasi pemiliha pada Pemilu dan Pilpres tahun 2019 kali ini. Pasalnya, agenda-agenda pemilihan sebelumnya seperti Pilkada partisipasi pemilih di Kabupaten Biak Numfor selama ini hanya sekitar 60 % lebih.

  “Target bersama adalah partisipasi pemilih kali ini meningkat, ya kita upaya supaya mencapai 80 %, karenanya masyarakat dihimbau supaya datang ke TPS memberikan hak suaranya. Silakan tentukan pilihan sesuai dengan hati nuraninya, tentunya dengan berbagai pertimbangan dan kemajuan pembangunan bansa Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Biak Numfor khususnya lagi,” tandasnya.

  Sekedar diketahui bahwa sebelumnya, Bupati Herry A Naap juga mengeluarkan edaran tentang larangan menjual miras terhitung sejak tanggal 15 April hingga dengan tanggal 23 April 2019. Jika ada yang ketahuan menjual miras maka tentu akan ditindak tegas salah satunya dengan mencabut izin usahanya.(itb/tri)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY