Oknum Polisi Tembak Dua Warga

Elfira/Cepos

KORBAN PENEMBAKAN: Korban penembakan AH yang dilakukan oknum polisi Bripka AK saat dibawa ke ruang operasi RS Dian Harapan, Waena, Senin (15/4) malam.

SENTANI-Dua orang warga berinisial AK dan AH dilaporkan mengalami luka tembak di paha dan pelipis. Keduanya diduga ditembak oknum polisi berinisial Bripka AK di Telaga Ria Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Senin (15/4) sekira pukul 17.00 WIT.

Kedua korban langsung dilarikan ke RS Dian Harapan, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura untuk mendapat perawatan. Sementara oknum polisi yang diduga melakukan penembakan sudah diamankan Provost Polda Papua.

Kapolres Jayapura, AKBP. Victor Dean Mackbon, saat dikonfirmasi melalui melalui telepon selulernya, membenarkan adanya peristiwa penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi yang sehari-hari bertugas di Polda Papua. “Dugaan sementara kasus penembakan ini dipicu oleh masalah keluarga. Dimana terjadi pengrusakan rumah milik oknum anggota polisi berinisial Bripk AK,” ungkap Kapolres Victor Mackbon kepada Cenderawasih Pos, kemarin malam.

Tentang kronologisnya, Victor mengatakan, dari data sementara diperoleh keterangan bahwa ketika rumahnya dirusak, oknum anggota polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan. Namun karena pelaku menurutnya saat itu membawa alat tajam, maka pelaku langsung melumpuhkan warga yang diduga melakukan pengrusakan rumah tersebut. “Pelaku langsung menembak di bagian paha dan juga mengenai salah satu korban di bagian atas pelipis mata,” ujarnya

“Rumah oknum anggota ini dirusak, sehingga terjadi pertengkaran. Saat itu korban diduga mengancam menggunakan parang sehingga saudaranya yang merupakan oknum polisi terdesak, sehingga oknum polisi ini mengeluaerkan tembakan peringatan namun tidak digubris. Karena tidak digubris, ya ditembak ke arah paha dan ada korban juga yang terkena di atas pelipis mata atau dahi,”sambungnya.

Victro mengatakan, dalam kejadian tersebut, selain dua orang yang terkena tembak, ada juga satu orang dari keluarga oknum polisi diduga dianiaya oleh dua warga yang terkena tembak. “Dugaan sementara masalah keluarga terkait adanya perusakan rumah. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan semua korban serta saksi belum diperiksa. Sementara oknum anggota polisi ini sudah diamankan oleh Provost ke Polda Papua untuk dilakukan pemeriksaan,” tambahnya.

Ditambahkan, pasca kejadian, situasi di tempat kejadian perkara (TKP) tetap kondusif dan pihaknya terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.“Kita minta masing-masing pihak bisa menahan diri. Sebab semua sudah ditangani sama pihak kepolisian, sehingga tidak ada yang buat gerakan yang melanggar hukum,” pungkasnya.

Sementara itu, dari pantauan Cenderawasih Pos, dua korban penembakan tadi malam sudah mendapat perawatan di RS Dian Harapan. Kedua korban terlihat didampingi keluarga mereka.

Informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos di lapangan menyebutkan, korban berinisial AK (42) mengalami luka tembak pada bagian kepala, sementara AH (17) mengalami luka tembak pada bagian paha. AK sendiri usai mendapatkan perawatan medis dari pihak dokter langsung diizinkan pulang, sementara AH tadi malam harus menjalani operasi.

Pihak keluarga korban yang hendak dikonfirmasi Cenderawasih Pos enggan memberikan komentar, “Bapak belum bisa menyampaikan apa-apa, nanti saja mbak,” ucap keluarga korban sembari melangkah meninggalkan ruang Unit Gawat Darurat, Rumah Sakit Dian Harapan. (bet/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *