Langgar Aturan, Toko Miras Bisa Ditutup

Elfira/Cepos

AKP MYB Hanafi

JAYAPURA- Memasuki tahapan Pemilu, Penjualan Minuman beralkohol dilarang berdagang sementara terhitung sejak Jumat (12/4) hingga selesai tahapan pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Legislatif tahun 2019.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jayapura, Muksin Ningkeula menyebutkan terkait dengan pengawasan Minuman beralkohol di toko-toko, Walikota Jayapura telah memberikan intruksi bahwa pelaku usaha beralkohol tidak boleh berjualan sementara hingga pelaksanaan Pemilu selesai.

Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan Pemilu yang aman dan damai di wilayah Kota Jayapura. “Apabila masih ada toko miras yang berjualan, akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku bahkan akan dicabut ijin usahanya,” ucap Muksin kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (13/4) malam.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Jayapura Kota AKP MBY Hanafi mengatakan untuk pelaku usaha yang menjual Minuman Keras (Miras) di Kota Jayapura menjelang Pemilu telah diberikan surat pemberitahuan untuk tidak berjualan sementara waktu. Pelaku usaha diimbau untuk menutup sementara usahanya hingga penghitungan suara ditingkat distrik selesai.

“Hal ini agar Kamtibmas tetap terjaga di Kota Jayapura, saya sudah berikan surat pemberitahuan kepada penjual Miras sejak (12/4) agar mereka tidak berjualan sementara waktu,” ucap Hanafi kepada Cenderawasih Pos, Senin (15/4).

Jika pelaku usaha Miras tak mengindahkan surat pemberitahuan tersebut, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku bahkan tempat usahanya bisa ditutup dan dilakukan Police Line.

“Yang biasa berjualan Minuman beralkohol di pinggir jalan akan kami lakukan pengawasan ketat, kami khawatirkan kalau toko minuman tutup sementara justru penjual di pinggir jalan menjadi marak,” terangnya.

Hanafi meminta pelaku usaha untuk mematuhi surat edaran, dan tindakan yang dilakukan bukan semata untuk memperkecil penjualan Miras melainkan untuk meminimalisir situasi Kamtibmas agar tetap terjaga hingga Pemilu selesai.

“Begitu juga dengan penjualan minuman oplosan, tetap kami lakukan pemantauan dan kalau kedapatan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (fia/wen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *